Sabtu, 05 Mei 2012

Psikologi Faal 3


SISTEM SYARAF 

Sistem Syaraf Manusia itu ada dua, Sistem syaraf pusat dan sistem syaraf tepi. 

Sistem syaraf pusat :
v  Otak
Pelindung otak : Cranium (tengkorak kepala) ,  Meningia, Cairan Serebrospinal.
Meningia terdiri dari tiga lapis :  Duramatter (bahannya keras dan kuat)
                                                                Arachnoideamatter (seperti jaringan laba-laba)
                                                                Piamatter
Pembagian Otak :
ü  Otak Depan / Otak Besar :
Terbagi atas dua belahan (hemisfer) , Hemisfer Kanan {pemahaman, renungan, seni, kreativitas, imajinasi} dan Hemisfer Kiri {menulis, menghitung, berbahasa, penalaran,komunikasi, eksak}
Bagian-bagian otak besar :
a.       Talamus : berfungsi sebagai stasiun pemancar / relay dan mengarahkan informasi yang masuk ke otak besar dari sensorik, dan berperan dalam mengendalikan tidur dan terjaga
b.      Hipotalamus : mengendalikan kegiatan endokrin dan mempertahankan kondisi homeostatis.
c.       Basal Ganglia

ü  Otak Tengah / midbrain
Permukaan luar otak tengah disebut dengan Tektum, yang berfungsi dalam penglihatan dan pendengaran , permukaan bawahnya terdapat lapisan yang disebut dengan Tegmentum.

ü  Otak Belakang
Berfungsi sebagai pusat keseimbangan dan pusat koordinasi , terdiri dari :
a.    Medula Oblongata : disebut sebagai perluasan sumsum tulang belakang dan mengatur gerak refleks yang penting seperti pernafasan, denyut jantung, pengeluaran saliva, batuk, bersin, muntah,dll
b.     Jembatan Varol / Pons : jembatan sebagai perlintasan akson dari tiap sisi otak menuju sisi sumsusm tulang belakang yang berlawanan.
c.    Otak kecil : pusat koordinasi, pusat keseimbangan otak, pusat kontraksi otot sadar.

Lapisan luar otak yang terdiri dari laspisan sel-sel disebut dengan Korteks , yang terbagi atas lobus-lobus , yaitu :
·         Lobus Frontalis : aktivasi motorik, intelektual, kepribadian, produksi bahasa, dan perencanaan konseptual
·         Lobus Temporalis : pendengaran dan pembauan
·         Lobus Parientalis : sensoris motorik
·         Lobus Oksipitalis : visual/penglihatan


v  Medula Spinalis / sumsum tulang belakang

Sistem Syaraf Tepi :
Sistem Syaraf Tepi manusia terbagi atas dua, yaitu :
v  Sistem Syaraf Somatik / saraf sadar
terdiri dari :
a.       12 pasang saraf kranial :
b.      31 pasang saraf sumsum tulang belakang
12 pasang saraf kranial :
1)      Olfaktori : penciuman , saraf sensori
2)      Optik : penglihatan , saraf sensori
3)      Okulomotor : pergerakan otot bola mata , saraf motorik
4)      Troklear : pergerakan otot bola mata, saraf motorik
5)      Trigeminal : mengendalikan otot rahang dan kulit wajah, saraf motorik
6)      Abdusen : pergerakan bola mata, saraf motorik
7)      Fasial : pengecapan ujung lidah dan gerak otot wajah, saraf sensori motorik
8)      Auditori : pendengaran dan keseimbangan , saraf sensori
9)      Glosofaring : pengecapan dan gerak kerongkongan , saraf sensori motorik
10)   Vagus : jantung dan pembuluh darah , saraf motorik
11)   Spinal : pergerakan leher dan bahu , saraf motorik
12)   Hipoglosal : mengendalikan otot lidah , saraf motorik

v  Sistem Syaraf Otonom / tak sadar
Terdiri dari dua, yaitu :
a)   Saraf Simpatik : terdapat di daerah dada sampai pinggul, bekerja biasanya untuk mempercepat aktivitas organ , misalnya mempercepat detak jantung, mempercepat aliran darah, membuka saluran pernafasan. namun dapat juga menghambat sekresi air mata.
b)      Saraf Parasimpatik : terdapat di daerah kepala sampai tulang ekor, bekerja biasanya untuk memperlambat , misalnya kontraksi lambung sekresi saraf pencernaan, dan bersifat berlawanan dengan saraf simpatik. 

Jumat, 04 Mei 2012

Psikologi Faal 2

Pada post ini, saya akan membahas tentang jaringan syaraf. 
Jaringan syaraf adalah sarana yang akan menghantarkan dan menerima setiap ransangan yang kita terima dari alat indera untuk dipersepsi dan diinterpretasikan. Jadi perilaku kita sangat jelas kaitannya dengan jaringan syaraf ini. Itulah sebabnya mengapa Psikologi juga mempelajari jaringan syaraf. 


KOMPONEN SISTEM SYARAF
Jaringan Syaraf : menerima ransang dari dalam dan dari luar kemudian mengolah info agar menghasilkan respon yang sesuai
Susunan jaringan syaraf :
·         Sel Neuron : unit dasar dari sistem syaraf , yang berfungsi untuk menerima informasi dan mentransmisikannya ke sel-sel lain .
·         Sel Glia (neuroglia) : berfungsi sangat banyak , seperti sebagai pelindung, pendukung, pemberi makan sel syaraf, regenerasi sel , melakukan pertukaran zat kimia dengan neuron yang ada di dekatnya, namun tidak mentransmisikan informasi.

NEURON
Sifat neuron adalah untuk memacu/mempercepat penghantaran impuls (eksitesi) dan memperlambat proses penghantaran impuls (inhibitasi)

Gambar Neuron : 


Fungsi-fungsi bagian neuron :
ü  Dendrit : merupakan perluasan dari badan sel yang pendek, yang merupakan penerimaan informasi dari neuron lain dan mengantarkan informasi ke badan sel.
ü  Badan sel , dilapisi oleh Membran Sel sebagai struktur pemisah antara bagian dalam sel dengan luar sel yang hanya dapat dilewati oleh air, oksigen, karbon dioksida, urea, ion natrium, ion kalsium, ion kalium, dan ion klorida.
Badan sel terdiri dari banyak komponen :
                                 i.     Inti Sel (nukleus) sebagai tempat penyimpanan informasi genetik [DNA]
                               ii.  Mitokondrion (mitokondria) sebagai tempat melakukan metabolisme sel, yang membutuhkan oksigen
                    iii. Ribosom sebagai tempat sintesis protein baru yang membantu untuk membentuk dan memperbaiki sel
                             iv.   Retikulum Endoplasma sebagai transportasi protein yang telah disintesis
ü  Akson : cabang panjang yang berfungsi untuk menyampaikan impuls/informasi dari badan sel ke sel lain, ke otot, atau ke kelenjar.
o   Selubung Mielin : melapisi akson
o   Nodus Ranvier : celah-celah kecil yang terdapat pada selubung mielin yang berfungsi untuk mempercepat jalannya impuls
o   Sel Schwann : membentuk selubung mielin, dan berfungsi pada regenerasi sel

Ujung akson adalah bagian yang membesar, yang disebut dengan BUTTON atau BOUTON, atau ENDBULB , merupakan tempat pelepasan zat kimia yang menyebrangkan impuls ke neuron lain. Ujung akson ini membentuk terminal presinaptik (mengirimkan impuls) , dan mengirim impuls ke terminal postsinaptik (menerima impuls).

Neuron satu sama lain tidak saling menempel, tapi hanya saling mendekati, jadi impuls dari neuron ke neuron lain dihubungkan dengan menggunakan neurotransmitter (senyawa kimia yang berada di endbulb) . 

Jenis-Jenis Neuron :
1.       Menurut Ukuran Sel
§  Neuron Kecil
§  Neuron Sedang
§  Neuron Besar
2.       Menurut Fungsinya
§  Neuron sensorik (aferen) membawa impuls dari alat sensoris ke pusat susunan syaraf
§  Neuron motorik (eferen) membawa sinyal yang keluar dari pusat susunan syaraf ke saraf motorik seperti otot dan kelenjar
§  Interneuron , menerima impuls dari neuron sensoris dan mengirim ke interneuron lain atau ke neuron motorik
3.       Menurut Jumlah Cabang
§  Neuron Unipolar : memiliki satu cabang pada badan sel kemudian terbelah menjadi dua cabang, akson dan neuron, membentuk huruf T
§  Neuron Bipolar : memiliki satu dendrit dan satu akson pada masing-masing sisi berlawanan
§  Neuron Multipolar : memiliki 1 dendrit dengan akson yang panjang, bentuk syaraf yang paling umum



Sinapsis : adalah hubungan atau titik kontak antara satu neuron dengan neuron lainnya .
a.       Aksonsomatik : akson yang menempel pada badan sel
b.      Aksoaksonik : akson yang menempel pada akson neuron lain
c.       Aksodendritik : akson yang menempel pada dendrit neuron lain
d.      Dendrodendritik : dendrit yang menempel pada dendrit neuron lain

NEUROGLIA
Fungsi dari neuroglia :
o   Memberi energi pada syaraf yang membutuhkan
o   Memberi batas antara sel syaraf satu dengan yang lain
o   Melindungi sel syaraf dari kerusakan dan keracunan
o   Membersihkan sel syaraf dari sel-sel yang mati
o   Mengarahkan pertumbuhan akson yang baru
o   Melindungi agar darah yang terinfeksi penyakit tidak sampai ke otak

Tipe-tipe Glia :
ü  Astrosit : berbentuk bintang, membungkus terminal presinaptik sekelompok akson yang berfungsi sama.
ü Mikroglia : berfungsi untuk menyingkirkan kotoran, virus, fungi, dan mikroorganisme lain yang berfungsi layaknya imun
ü Oligodendrosit : bekerjasama dengan Sel Schwann untuk membentuk selubung mielin. Terletak pada saraf pusat, sedangkan Sel Schwann terletak pada saraf tepi
ü  Glia Radial : memandu perpindahan neuron dan pertumbuhan akson dan dendrit 


SAWAR DARAH OTAK .
                Adalah mekanisme yang menghalangi virus, bakteri, dan zat kimia masuk ke dalam otak, Sawar darah otak tersusun dari berbagai mikroglia, dan hanya terdapat di otak, karena sawar Darah Otak juga menahan nutrisi agar tidak masuk
                Nutrisi masuk ke otak menggunakan suatu mekanisme transportasi aktif , yaitu sebuah mekanisme yang melibatkan protein dan memanfaatkan energi.
                Dua kategori molekul yang dapat masuk ke Sawar Darah Otak :
·         Molekul kecil tidak bermuatan : oksigen dan karbon dioksida
·     Molekul yang terlarut dalam lemak membran : vitamin A dan vitamin D , dan obat-obatan seperti heroin, mariyuana, dan obat antidepresi.  

I IMPULS SYARAF
                Adalah sebuah perubahan elektrokimiawi di dalam dan di luar selaput plasma.

   PENGHANTARAN IMPULS MELALUI SERABUT AKSON
   Penghantaran impuls, baik berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut akson, terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel.
  Keadaan saraf yang tidak diganggu oleh ransangan dari dalam maupun luar, maka akan mempertahankan Polarisasi , yaitu keadaan dimana adanya perbedaan muatan antara ekstrasel dan intrasel , ekstrasel bermuatan positif (lebih banyak muatan ion natrium) dan intrasel (lebih banyak muatan ion kalium) bermuatan negatif. Keadaan ini disebut dengan masa relaksasi, dan terjadilah Potensial Jeda. 
  

   Ketika syaraf terganggu oleh adanya ransangan, maka terjadilah pembalikan potensial listrik, ion natrium akan segera berpindah ke bagian dalam sel, dan menyebabkan bagian dalam sel lebih banyak muatan positif  dan bagian luar sel lebih negatif, hal ini disebut dengan Depolarisasi, pada saat inilah terjadi Potensial Aksi. Jika stimulus cukup kuat, potensial aksi akan dialirkan secara cepat ke sepanjang membran serabut akson.

   Potensi Aksi didasarkan kepada :
·         Kekuatan Fusi  : substansi yang sama tapi konsentrasi yang berbeda. Syaraf yang rileks lebih gampang menerima stimulus
·         Kekuatan elektrostatik : ion yang berbeda akan saling menarik, yang sama akan saling menolak.
   Bila impuls telah lewat, maka untuk sementara serabut saraf tidak dilalui oleh impuls yang lain. Ini berarti bahwa serabut saraf mengalami perubahan potensial, kembali seperti semula (potensial istirahat) , dan ini disebut dengan repolarisasi , keadaan akan sama seperti polarisasi. 

   PENGHANTARAN IMPULS MELALUI SINAPSIS
   Bila impuls telah lewat, maka untuk sementara serabut saraf tidak dilalui oleh impuls yang lain. Ini berarti bahwa serabut saraf mengalami perubahan potensial, kembali seperti semula (potensial istirahat). Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. Neurotransmiter jenis asetilkolin yang dilepaskan oleh n pra-sinapsis akan berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis.
   Menempelnya asetilkolin pada reseptor menyebabkan timbulnya impuls pada neuron post-sinapsis.
  Bila neurotransmiter jenis asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka neurotransmiter akan diurai oleh enzim yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis.



   Jenis-jenis Neurotransmitter :
  1. Asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, kecuali otak. 
  2. Dopamin yang terdapat di otak, dibentuk oleh Asam Amino, dan asetil KoA
—  Dopamin berperan dalam mengendalikan fungsi gerakan, konsentrasi, dan proses kecanduan.
—  Kerusakan pada neuron dopaminergik menyebabkan:
1.       Parkinson  (akibat kekurangan dopamin)
2.       Skizofrenia (akibat kelebihan dopamin)
  1. Seretonin yang terdapat di otak, dibentuk oleh trypthopan
—  Seretonin dapat merangsang orang yang sedang tidur menjadi bermimpi.


**Bunga*

Psikologi Faal 1


Yak, pada kesempatan kali ini , saya akan bahas tentang sedikit 'ilmu' yang saya dapat, dan for your info, mata kuliah ini adalah mata kuliah yang jadi 'momok' bagi beberapa mahasiswa psikologi. Pertama, karena ilmu ini mempelajari tentang anatomi dan bahasa-bahasa aneh (baca: latin) . Kedua, kebanyakan mahasiswa psikologi adalah mereka yang bukan berasal dari IPA , sehingga kata-kata dan istilah dalam pelajaran ini merupakan belajar dari NOL . Ketiga, hapalannya banyaaaaak banget! 

Eits, saya nggak mau menyurutkan langkah kalian masuk psikologi looh, saya mengatakan itu karena psikologi bukan ilmu main-main dan ilmu cenayang yang banyak dipersepsi oleh orang. Psikologi itu sangat ilmiah dan dapat menjelaskan mengapa manusia itu bertingkah laku, berkarakter, dan mengalami penyimpangan kejiwaan. Ilmu yang sungguh luar biasa :) 

Oke, i'll make it fast for this section. I just give you definition and basic for Psikologi Faal. 

Psikologi Faal .
Terdiri dari dua kata, yaitu Psikologi dan Faal .
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari  perilaku dan tingkah laku makhluk hidup sebagai hasil dari manifestasi jiwanya .
Faal adalah ilmu yang mempelajari fungsi dari alat-alat dalam tubuh.
Jadi, psikologi faal adalah :
·         ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam kaitannya dengan fungsi dan kerja alat-alat dalam tubuh.
·         Ilmu yang mempelajari dasar-dasar fisiologis yang berkaitan dengan fungsi-fungsi psikologis.
Fungsi psikologis :
1.       Kognitif = kemampuan berpikir
2.       Afeksi = emosi
3.       Konasi = kemauan
Jadi, hal-hal yang dipelajari dalam Psikologi Faal adalah : alat-alat dalam tubuh dan proses yang berlangsung , ketika terjadi fungsi kognitif, afeksi, dan konasi.
Psikologi faal dapat disebut juga sebagai Biopsikologi, Psikobiologi , Psikologi fisiologis.
Dalam mempelajari Psikologi Faal , ilmu ini dibantu oleh berbagai ilmu-ilmu lain , yaitu :
·         Anatomi , ilmu yang mempelajari susunan atau struktur dari alat-alat tubuh
·         Biological Psychiatry , ilmu yang mempelajari penyimpangan jiwa dan perlaku yang diberikan terhadap penyimpangan itu
·         Development Neurobiology , ilmu yang mempelajari perubahan sistem syaraf yang sejalan dengan perkembangan usia
·         Neuroanatomy , ilmu yang mempelajari anatomi (susunan) dari sistem syaraf
·         Neuropharmachology , ilmu yang mempelajari obat-obatan dan efeknya terhadap sistem syaraf
·         Neurochemistry , ilmu yang mempelajari proses kimiawi sebagai akibat dari aktivitas syaraf
·         Neuroendocrinology , ilmu yang mempelajari sistem syaraf dan hormon-hormon yang diproduksi
·         Neuroethology , ilmu yang mempelajari kaitan sistem syaraf dengan perilaku yang muncul alami dan lingkungan yang dikontrol
·         Neuropathology , ilmu yang mempelajari penyimpangan sistem syaraf
·         Neuropsychology, ilmu yang mempelajari respon sistem syaraf


Pembahasan Psikologi Faal :
o   Psychological Explanation (Penjelasan Fisiologis)
Mengaitkan perilaku dengan aktivitas otak dan organ tubuh lain yang kaitannya erat dengan sistem tubuh .
Contoh :
a.       Reaksi kimia yang menyebabkan hormon bekerja dan mempengaruhi aktivitas otak dan pada akhirnya mengendalikan kontraksi otot.
b.      Burung yang bisa berkicau memiliki bagian otak yang menyebabkan mereka dapat berkicau  yang dipengaruhi oleh testosteron.

o   Ontogenic Explanation (Penjelasan Ontogenik)
Menggambarkan asal muasal perkembangan perilaku atau struktur .
Contoh :
a.       Perkembangan motorik anak sangat tergantung dengan peran orangtua, genetika, nutrisi , dll
b.      Burung jantan muda belajar berkicau dengan cara mendengarkan suara kicauan burung jantan dewasa

o   Evolutionory  Explanation (Penjelasan Evolusi)
Menjelaskan perilaku yang muncul karena perubahan evolusi, dikaitkan dengan masa lalu
Contoh :
a.       Kemampuan berburu manusia sekarang merupakan warisan kemampuan dari manusia purba dulu
b.      Dua jenis burung yang memiliki pola kicauan yang hampir menyerupai satu sama lain disebabkan karena kedua jenis burung ini berevolusi dari leluhur yang sama

o   Functional Explanation (Penjelasan Fungsional)
Menjelaskan mengapa suatu struktur atau perilaku tertentu muncul pada daerah,kondisi, ataupun waktu tertentu.
Contoh :
a.       Misalnya bunglon yang dapat merubah warna kulitnya sesuai dengan tempatnya berada
b.      Burung jantan yang menarik perhatian burung betina ketika musim kawin dengan kicauannya