Kamis, 21 Juni 2012

Psikologi Faal 4 - Vision & Audio

Selamat Malam ! :D
Malam ini saya lagi dalam kondisi agak tertekan karena besok ada pre-test UAS untuk mata kuliah Faal ,
nggak, saya bukannya takut atau gelisah karena nggak belajar atau menghadapi soalnya,
tapi berhubung di sekeliling saya un keliatan grogi untuk pre-test, saya juga :D

Malam ini saya berusaha ngeringkes dua materi faal, yaitu vision dan audio, dan setelah diringkas kok ternyata ringkas banget yaaa, kaya nggak berbobot -___-
HAHAHA
sudahlah, gapapa, yang penting ada niat dan tindakan meringkas ,
dan semoga aja ringkasan ini  bermanfaat :D

oke, cuuuuus !


ALAT INDERA
Indera Penglihatan (vision) adalah Mata , stimulusnya adalah cahaya.
Peran Mata :
·         Mengumpulkan cahaya dan memfokuskan pada retina
·         Merespon ransang dan meneruskan peran ke otak

Anatomi MATA :
1.       Kornea : untuk membelokkan cahaya ke tengah, berwarna transparan.
  Dalam kornea terdapat Humor Aqueous untuk memberi nutrisi pada kornea, dan cairan ini di daur ulang setiap 4 jam sekali

2.       Sclera : sebagai tempat kornea, berwarna putih keruh.
Dalam Sclera terdapat Humor Vitreous untuk memberi nutrisi pada bola mata dan memberi bentuk bulat pada mata

3.       Pupil : untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk, dapat melebar dan menyempit.
Iris yang mengatur besar kecilnya pupil, Iris mengandung pigmen dan mewarnai mata

4.       Lensa : untuk memfokuskan cahaya pada bagian belakang mata , berwarna transparan dan elastis .
Lensa dapat memipih dan mencembung (gerak akomodasi) yang dilakukan oleh otot ciliary.

5.       Retina : untuk meneruskan informasi yang diterima ke otak
Retina terdapat : fotoreseptor, jaringan neuron , dan pembuluh darah.

BAGIAN-BAGIAN RETINA :
·         Fovea : titik fokus
·         Fotoreseptor Conus : bekerja dalam cahaya terang, dan memberi informasi tentang warna , gerak , kedalaman, dan bentuk rinci
·         Fotoreseptor Bacillus : bekerja dalam cahaya remang-remang , dan memberi informasi tentang bentuk kasar, bayangan, dan kualitas warna
·         Blind spot : tidak ada fotoreseptor hingga tidak ada informasi visual di bagian ini

PROSES PENGLIHATAN :
                       Cahaya masuk melalui pupil   humor vitrous    lensa               fovea            fotoresptor (mengubah cahaya menjadi sinyal / impuls neural)
                Sinyal / impuls neural : retina (akson neuron ganglion)         thalamus          korteks visual

GANGGUAN PENGLIHATAN :
·         Myopia (rabun jauh)  : bayangan jatuh di depan retina karena bola mata terlalu panjang
·         Hyperopia (rabun dekat) :  bayangan jatuh di belakang retina karena otot ciliary kendur
·         Presbiopia : penurunan daya lensa sehingga hampir tidak akomodasi, terjadi karena penuaan
·         Strabismus : juling, akomodasi kacau
·         Astigmatisma : dataran kornea tidak normal sehingga bayangan jatuh tidak fokus di fovea
·         Ptosis : kelopak amta menurun
·         Midriasis : kelopak mata melebar sehingga intensitas cahaya yang masuk besar
·         Achromatopsia : tidak mampu membedakan warna, hanya hitam putih (adanya lasi di otak)
·         Prosopagnosia : tidak mampu mengenali dan membedakan wajah seseorang (adanya lasi di otak)
·         Glukoma : Humor aquaous terlalu banyak dan menyebabkan tekanan bola mata naik



Indera Pendengaran (Audio) : TELINGA
Stimulus : suara
ANATOMI TELINGA :
·         Bagian Eksternal :   Aurikula : daun telinga
                                      Lubang telinga   
                                      Pinna ( tulang rawan)
                                      Saluran Auditori  , yang terdiri dari rambut dan kelenjar zat lilin
Fungsi : mengkonsentrasikan gelombang suara (vibrasi)  dan mengarahkan bunyi kedalam tulang telinga

·         Bagian Tengah :  Membran Timpani
                                  Sistem Osikuler , terdiri dari tulang inkus, stapes, melus
                                  Saluran Eustachius

·         Bagian Dalam :  Jendela Oval = penghubung telinga tengah dan dalam
                                 Jendela Bundar = sbagai reseptor suara
                                 Cochlea
                                 Saluran semisirkuler dan utrikulus
                                 Saluran Eustachius


COCHLEA : untuk mengubah gelombang suara menjadi ransang listrik dan diteruskan ke otak
                     Pada cochlea terdapat SEL KORTI , yang terdiri sel rambut yang akan bergetar dan bengkok apabila diberi stimuli dan akan merubah stimuli menjadi impuls yang dihantarkan ke pusat saraf.        

SALURAN SEMISIRKULER dan UTRIKULUS , berisi  cairan limfa, dan terdapat ampula (berisi sel rambut bercillia sebagai reseptor)

SALURAN EUSTACHIUS , sebagai penghubung antara rongga telinga dengan rongga mulut, fungsinya untuk menjaga tekanan udara dalam telinga

Karakteristik unik dari telinga adalah : “telinga itu mampu untuk mengidentifikasi suara-suara dalam lingkungan yang gaduh” , disebut dengan organ analitik.
Hal in disebabkan karena telinga mampu mengindentifikasi suara tergantung kepada perbedaan waktu kedatangan suara tersebut, perbedaan fase suara,dan  perbedaan intensitas suara.

PROSES PENDENGARAN :
Suara            telinga luar        membran timpani bergetar       inkus, staples, malleus      saluran koklea          organ corti              otak

Batas-batas pendengaran :
                30 – 20.000 siklus/detik oleh orang muda
                50 – 8.000 siklus/detik pada orangtua

GANGGUAN PENDENGARAN :
·         Ketulian
Tuli saraf: cochlea & saraf pendengaran
Tuli hantaran: gangguan mekanisme telinga tengah
Penyebab: kecelakaan,pemukulan, benda asing, tertutup zat lilin, infeksi telinga
·         Ketulian persepsi
Dialami usia lanjut
Gangguan di telinga tengah, urat saraf pendengaran, pusat pendengaran di otak
·         Ketulian akibat kerusakan sel rambut yang disebabkan oleh obat antibiotik
·         Otosclerosis
tuli konduksi yang menahun dan semakin memburuk, dimulai dengan suara mendenging



 Singkat kali kan? Udah, itu aja loh , padahal slide dan buku itu tebalnya bukan main ah . 
Wkwkwkwk , inilah namanya meringkas, seringkas mungkin aja :D 

Oke, aku mau lanjut ke 3 alat indera lain yak, ntar aku posting lagi !

Best Regrads ,
*Bungaa ! :))) 


Rabu, 20 Juni 2012

Kepercayaan

Oke , kali ini aku ngeposting hal yang menjadi sedikit masalah ku pada hari-hari belakangan ini. 
KEPERCAYAAN = TRUST = BELIEVE 
Yah, mungkin itulah ya sama-sama artinya.


Kenapa sih kepercaayaan itu mahal harganya?
Jelas, ketika kita percaya sama orang lain, orang lain pun akan percaya kepada kita , 
kita pertama-tama mungkin hanya dipercaya pada hal kecil , 
tetapi ketika hal kecil aja kita mampu untuk dipercaya oleh orang lain , 
kita akan dikasih kepercayaan untuk hal-hal yang lebih besar, 
misal : UANG :p 

Ya, semakin kita mampu dipercaya, semakin kita diberi hal-hal yang lebih besar , 
Kalau mengutip kata-kata di Alkitab (agak religius dulu yah, hihihihi) , kalau kita mampu dalam perkara-perkara kecil, maka kita akan diberi perkara-perkara besar. 
Bukan karna kita ingin dicobai seberapa hebat dalam menjaga kepercayan , tapi kita ingin meningkatkan kualitas rasa tanggung jawab dan percaya kita kan ? :) 

Nah, aku baru aja ngalamin hal yang berhubungan dengan betapa berharganya kepercayaan itu , 
kepercayaan itu hal paling berharga yang bahkan nggak mampu dibeli dengan uang manapun di dunia ini , 
itulah sebabnya mengapa ketika kepercayaan hilang kita nggak mampu menggantinya atau membelinya kembali , atau mungkin nggak mampu sempurna seperti semula , dia memiliki banyak kekurangan disana-sini apabila pernah kena 'badai' :D

Dan tadi, ketika ada orang yang meragukan aku, dan mulai tidak percaya samaku, meskipun dia nggak mengucapkan secara langsung, aku merasa sangat terpukul , dan down. 
Rasanya kaya udah membangun sebuah bangunan yang kita harapkan tumbuh dengan kuat kokoh dan besar, yang kita bangun dengan mengorbankan keringat materi dan darah , namun rubuh hanya karena badai yang nggak terprediksi . 
atau entahlah, aku agak lemah dalam membandingkan :p 

Yang pasti, seperti yang semua orang udah tau , membangun kepercayaan itu adalah hal yang sangaaaat susah , susaaaah kali , 
bahkan banyak orangtua yang belum mampu untuk memberi kepercayaan kepada anak-anaknya , padahal ketika semakin dewasa seseorang, kebutuhan akan rasa dipercayai dan mempercayai orang itu akan semakin besar, 
itu sebabnya banyak anak yang tumbuh tanpa kepercayaan dari orangtua akan susah menjalani hidup, dia akan susah untuk mempercayai orang lain, susah dipercaya juga , karena dia nggak pernah mendapatkan apa itu kepercayaan. 

Pelajaran ku hari ini adalah bahwa hidup itu harus selalu berhati-hati , 
kadang kita nggak akan tau bahwa hal-hal yang luput dari pandangan kita justru membuat kita hilang kepercayaan dari orang lain , 
kita seringkali merencanakan sesuatu , tapi hal-hal yang justru kita sepelekan, sering kali membuat semua hal yang udah direncanakan atau direvisi , 
kita sering kali menyangka sesuatu yang nggak masuk akal dan nggak ada itu adalah kebohongan, tapi hal ini nggak berlaku kalau kita punya RASA PERCAYA. 
Lihat betapa hebatnya rasa percaya itu ! 

Dia membuat kita yakin dengan hal-hal yang nggak nyata secara inderawi kita , 
Dia membuat kita yakin dengan hal-hal yang belum ada , 
Dia membuat kita yakin bahwa ada hal-hal lebih besar yang sedang menanti kita , 
Dia membuat kita memiliki teman, sahabat, dan nggak merasa sendirian di dunia ini dan menyimpan dendam , 
Karena dengan kepercayaan, kita membangun harapan, karena dengan harapan, kita merajut mimpi, karena dengan mimpi, kita mampu mengubah banyak hal menjadi lebih baik :) 

Mulai hari ini, aku janji pada diriku sendiri bahwa aku harus menjaga dengan sangaaaat baik kepercayaanku, apapun, baik kepercayaan dalam Agama, dalam hubunganku dengan orangtua, dalam hubunganku dengan sahabat-sahabatku , dan orang-orang lain disekitar ku. 

Hilang kepercayaan itu, percaya deh , rasanya kau doooown dan ingin punya kekuatan untuk merubah waktu, merubah keadaan , dan makin nyesal karna nggak bisa sama sekali.


Belajar mempercayai orang lain itu indah, dipercaya orang lain itu anugerah , mampu menjaga kepercayaan adalah usaha :) 

Oke, sekarang, buat janji untuk diri sendiri yuk , 
kita harus belajar mempercayai orang lain, belajar menyiapkan hati ketika orang lain justru menghianati kepercayaan kita, dan belajar untuk memegang tanggungjawab sebagai kepercayaan orang lain :D 

Setiap hari, kita harus selalu semakin baik, bukan?

*Best Regrads 
Bunga ! :))

Selasa, 19 Juni 2012

Psikodiagnostika 1


Oke, pada post kali ini, aku akan meringkas tentang Psikodiagnostik.

Nah, apa itu Psikodiagnostik?? 
Secara etimologis, Psikodiagnostika berasal dari kata : Psiko dan Diagnosa.
                Psiko : jiwa
                Diagnosa : menetapkan keadaan penyakit (yang diambil dari istilah kedokteran)

Jadi, secara etimologis, dapat dikatakan bahwa Psikodiagnostika itu adalah ilmu yang menetapkan keadaan atau penyakit dari jiwa.

Dalam artian yang sempit, Psikodiagnostika memiliki arti sebagai metode-metode untuk melakukan pemeriksaan psikologis .
Dalam artian yang luas, Psikodiagnostika memiliki arti sebagai studi ilmiah yang mempelajari metode-metode untuk melakukan diagnosa psikologis, dengan tujuan supaya dapat memperlakukan manusia dengan lebih tepat.
                                  Jasmani (raga) = organ-organ fisik, PROBLEM:  NORMAL/TIDAK NORMAL
Manusia
                                  Rohani (jiwa) = fungsi-fungsi psikologis (afeksi, kognisi, konasi, dan psikomotorik)
                                                                PROBLEM : Supernormal, Normal, dan Subnormal (gila)

Untuk mengetahui kualitas tingkah laku manusia , yang termasuk bagian dari rohani, maka perlu dilakukan pemeriksaan psikologis secara cermat, objektif, dan teliti . Hal inilah yang disebut dengan Psikodiagnostika J

Dalam melakukan psikodiagnostika, seorang psikolog ataupun ilmuwan psikologi sebenarnya bertujuan untuk memperoleh gambaran atau pemahaman mengenai diri subjek, terlebih pada struktur dan dinamika kepribadiannya, sehingga hasil yang didapat dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan dalam memperlakukan subjek dengan lebih tepat.

Tujuan dari Psikodiagnostik :
·         Klasifikasi , untuk mengatasi problem atau masalah yang menyangkut psikologi
·         Deskripsi , untuk menggambarkan diri subjek secara keseluruhan dan lebih mendalam
·         Interpretasi , untuk menjelaskan dan memahami perilaku subjek dan mempertimbangkan perlakuan-perlakuan yang diberikan kepada subjek
·         Prediksi , untuk meramalkan perkembangan subjek selanjutnya


Fungsi dari Psikodiagnostik :
·         Individual Diffrences , yaitu memahami bahwa setiap individu itu berbeda, sehingga kita perlu memahami tiap individu dengan lebih baik
·         Penjabaran dan pemanfaatan tes psikologi
·         Penyeleksian kualitas tingkah laku dan kepribadian
·         Pengembangan kepribadian klien selanjutnya

SEJARAH PENGGUNAAN PSIKODIAGNOSTIKA
Istilah Psikodiagnostika, pertama kali digunakan oleh Hermann Rorschach pada tahun 1921, namun sesungguhnya psikodiagostika sendiri bahkan telah ada dan dilakukan sejak tahun 2200 SM. Meskipun pada saat itu belum ada istilah psikodiagnostika, tapi orang-orang pada tahun 2200 SM di Cina, telah melakukan kegiatan psikodiagnostik.
2200 SM di Cina, proses diagnostik sebenarnya telah dilakukan pada seleksi penerimaan pegawai sipil (dengan melakukan tes tertulis dan wawancara) , dan pada seleksi militer (dengan melakukan tes fisik) .
Pada zaman Dinasti Hana sekitar 200 SM – 200 M, mereka juga melakukan seleksi pada jenjang penerimaan lain, seperti seleksi bagi para penari kerajaan, seleksi bagi pegawai perpajakan, dan seleksi bagi pegawai pertanian. Pada zaman Dinasti Han, seleksi sudah mulai lebih ketat dan mengikuti seleksi-seleksi seperti yang ada di Inggris dan Prancis.

Pada abad ke-16 , psikodiagnostik juga dilakukan oleh Huarts , seorang dokter berkebangsaan Spanyol, yang melakukan pemilahan terhadap anak-anak yang dianggap berbakat dengan maksud untuk membaca kepribadian mereka. Gall (1758-1822) , juga melakukan suatu psikodiagnostik dengan mengukur tengkorak kepala dengan maksud untuk mengkur tingkat kepandaian seseorang .

Pada abad ke-17 , mulai berkembangnya upaya-upaya dalam melakukan tes prestasi, dengan menggunakan ujian oral ataupun verbal .

Pada abad ke-19 , mulai berkembangnya psikodiagnotika modern , yaitu , munculnya Francis Galton (seorang pakar Biologi Inggris) , yang memberi pengaruh besar terhadap pembuatan tes-tes inteligensi. Menurut Galton, tes-tes inteligensi bukan merupakan practical problem, tetapi harus fokus pada karakteristik manusia (mental capacity) yang diukur dengan menggunakan konsep waktu dan usia.
James McKeen Cattel , berperan sebagai pencetus pertama tes mental , yang berpandangan bahwa semakin baik fungsu fisiologis atau fungsi inderawi seseorang semakin baik pula intelektualnya.
Kemudian,muncullah Kreaplin (1895) , yang mengukur aspek mental dengan lebih kompleks. Dia menciptakan Tes Kreaplin yang bertujuan untuk melihat ketelitian, ketahanan, dan kestabilan kerja individu.

Kemudian muncullah Binet dan Henry , yang mengkritik semua alat-alat tes tersebut yang telah ada karena menurutnya semua alat tes itu masih terlalu sensoris dan terkosentrasi hanya pada kemampuan khusus. Pada tahun 1904 , Binet-Henry membuat alat tes untuk mengukur ingatan, ketajaman bayangan, imajinasi, dan lain-lain. Kemudian pada tahun 1905 , terbitlah skala Binet yang terdiri dari 30 masalah, namun belum ditentukannya metode yang akurat untuk mengukur skor total.
Pada tahun 1908 , dilakukan revisi terhadap alat tes ini , dan mengelompokkan tes dalam tingkatan umur yang berbeda.
Pada tahun 1911, dilakukan revisi lagi , dan akhirnya pada tahun 1916 , dilakukan revisi lagi oleh Levis Madison Terman , dan akhirnya berganti nama menjadi tes Stanford-Binet . Tes Stanford-Binet ini adalah tes individual .

Kemudian, terjadi masalah pada Perang Dunia I (1917) , karena perang, dibutuhkan tes inteligensi bagi para calon tentara dalam jumlah yang besar. Dibutuhkan tes yang dapat dilakukan secara beramai-ramai , bukan hanya individual. Maka dari itu dikembangkanlah tes clasiccal , yaitu tes yang dapat dilakukan sekaligus oleh banyak orang.
Tes yang dikembangkan pertama adalah Tes Army Alpha , namun karena pada saat itu banyak calon tentara yang masih buta aksara , dikembangkanlah Tes Army Beta.

Hingga kemudian berkembanglah bermacam-macam alat tes, kemudian Spearman dan Pearson berhasil menemukan perhitungan korelasi statistik, dan pada perkembangan selanjutnya dibuatlah suatu standar internasional di Amerika yang berjudul “Standards for Psychological and Educational Test” yang digunakan hingga sekarang. 

Oke, segini dulu untuk Psikodiagnostik 1 :)) 

ntar aku sambung lagi psikodiagnostik 2 dst :D


Best Regrads , 
Bungaa :)

Minggu, 17 Juni 2012

Tertekan

Yaaah, saya kembali dengan membawa curhatan baru :D

nggak tau apa yang terjadi samaku hari ini ,
dan belakangan ini tepatnya .
Semua orang seakan 'mendesak' ku untuk melakukan sesuatu karena mereka nggak bisa ngelakuin hal itu .
Paham nggak maksudku?

Contoh gampangnya gini aja sih ,
kalau dulu misalnya ada seorang Ibu yang berbakat di tari namun nggak bisa melanjutkan mimpinya untuk menari karena sakit ,
nah, setelah dia memiliki seorang anak, dia akan 'mendesak' anaknya untuk bisa menari sepertinya dan meneruskan usahanya yang 'terhambat' dulu ...
Ya, kalau anaknya juga berbakat dan berminat di bidang tari ,
kalau nggak, sang Ibu artinya memaksakan kehendak bukan?

Kayak gitulah yang aku rasain sekarang ,
bukan, bukan dari orangtua ku , aku merasakan hal kayak gitu
Justru orang lain yang melakukan hal itu padaku ...

Banyak orang yang selalu menganggap kita nggak tau mana hal yang baik mana yang buruk ,
Ada orang yang memiliki persepsi bahwa apapun itu, semua yang berusia lebih muda pasti tidak bijak ,
tapi ilmu mana yang mengatakan hal kayak gitu kan ?

Beberapa orang hari-hari ini telah melakukan 'desakan' padaku karena mereka tidak mampu melakukan sesuatu hal , akulah yang harus melakukan hal itu ,
Entah demi apa aku juga nggak ngerti ,
Sebenarnya, aku melakukan apa yang mereka desak juga nggak akan berpengaruh banyak bagi hajat hidup mereka  ,
Tapi kenapa aku dipaksa padahal aku nggak ingin? Kenapa aku 'harus' melakukan hal yang nggak bisa mereka lakukan padahal apa yang mereka lakukan itu hal yang kurang aku sukai?
Dan kenapa semua orang selalu beranggapan 'kurang baik' padaku?
Apa sih ya, rasanya jadi orang baik aja nggak pernah cukup ,
kita harus jadi orang yang sangaaaat baik, harus jadi orang yang sangaaaat sabar , harus jadi orang yang sangaaaat ikhlas :')

Aku lelah :|
nggak, mungkin aku nggak akan depresi lagi :p
Tapi aku nggak ingin menghindar, karena kalaupun dihadapi, mereka nggak bisa ngerti,
Mereka nggak paham kalau aku itu berbeda,
Mereka nggak ngerti kalau aku itu nggak sama dengan orang pada umumnya ..

Ya, oranglain mungkin akan mau ngapain aja asal ngedapatin sesuatu karena gratisan,
aku juga menyukai gratisan, TAPI kalau aku sampai ngelakuin hal yang nggak aku sukai dan bukan 'aku' banget, mau gratis apapun itu namanya, aku nggak akan mau ...
Nggak. Dan aku cukup keras kepala di sini.
Atau mungkin sangat berprinsip.

Ya, ketika orang lain melarangku melakukan sesuatu yang mereka PIKIR aku nggak akan mampu, aku nggak mau berhenti hanya karena persepsi mereka ,
Aku MAMPU , dan pasti mampu , karena itulah aku nggak suka dengan orang yang selalu mengunderestimate orang lain,
seberapa tahu sih kita kemampuan orang lain itu seberapa?
Bahkan orangtua yang mengenal kita dari bayi aja nggak akan selalu paham kita mampunya apa, kita bisanya apa ...

Dan, beberapa hal yang aku paling nggak suka :
Tipe orang yang ngaret, yang terlalu santai ,
Tipe orang yang nyari kambing hitam,
dan tipe orang yang selalu mengeluh dimana pun.

Dan seminggu ini rasanya aku selalu bertemu dengan orang-orang seperti ini ...
Aku lelah :|
Aku diam, tapi hatiku nggak baik...
Ah, sudahlah :)

Kalau udah merasa depresi ini, satu-satunya jalan yang paling ampuh adalah mendekat sama Tuhan, berdoa, dan yakin kalau Dia mampu melegakan dan memberi jalan :')

Kaya lagu-nya Dewa19 :
Hadapi dengan senyuman , semua yang terjadi biar terjadi  
Hadapi dengan tenang jiwa , SEMUA KAN BAIK-BAIK SAJA 
Bila ketetapan Tuhan sudah ditetapkan tetaplah sudah  
Tak ada yang bisa merubah, dan takkan bisa berubah 
Relakanlah saja ini , bahwa semua yang TERBAIK  
Terbaik untuk kita semua, MENYERAHLAH UNTUK MENANG  
 
Best Regrads!

Bunga :))

Transgender, berbeda?


Transgender.
Ketika kita mendengar tentang kata transgender, apakah yang muncul dalam benak kita? Banci? Waria? Bencong? Aneh? Pernakah kita berpikir atau mendengar bagaimana sebenarnya mereka? Bagaimana sisi psikologis mereka sendiri menghadapi kenyataan bahwa mereka berbeda? Pernahkah kita memandang mereka bukan hanya sebagai orang yang berbeda tapi juga menyadari bahwa mereka sama dengan kita?

Nah , untuk itulah saya dan beberapa teman lain pergi ke Solo untuk belajar dan mengenali tentang transgender dalam Seminar Mengenali Sisi Lain Transgender yang diadakan oleh jurusan Psikologi UNS pada 12 Mei 2012 kemarin di Gedung Serbaguna Fakultas Hukum UNS, Solo.  Seminar kali ini menghadirkan narasumber tansgender dari HIWASO (Himpunan Waria Solo) , yaitu Mama Londoh (founder Hiwaso), Mbak Cyntia , Mbak Hera, dan Mbak Gita.  Narasumber adalah Dr.Istar (Dosen FK UNS) dan Profesor  Koentjoro S.Psi, M.Psi (Dosen Fakultas Psikologi UGM).  

Menurut Profesor Koentjoro , mereka yang melakukan transgender ini didasari oleh beberapa faktor, dan yang paling menunjang perilaku ini adalah keluarga. Mereka yang tinggal dalam keluarga yang sangat didominasi oleh ibu, mereka yang diperlakukan seperti wanita sedari kecil, mereka yang menjadi satu-satunya lelaki/wanita di antara saudara kandungnya, dan mereka yang menjadi anak tunggal atau anak bungsu di keluarganya rentan melakukan transgender. Hal ini dibenarkan oleh keempat pelaku transgender , mereka ada produk dari hasil perlakuan yang salah sedari kecil dan memiliki kelekatan yang sangat dengan sosok ibu karena mereka merupakan anak tunggal ataupun anak bungsu.

Profesor Koentjoro mengatakan lagi bahwa mereka yang melakukan transgender bukan berarti mereka mengalami perubahan bentuk dari kromosom, mereka hanya mengubah bentuk fisik, bukan kromosom, hal ini berbeda dengan mereka yang mengalami kesalahan genetik dari lahir, yaitu mereka yang memiliki kromosom XXY atau XYY , sehingga memilki kelamin ganda. Hal ini diamini oleh Dr.Istar yang mengatakan bahwa sampai saat ini tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa seseorang yang melakukan transgender mengalami perubahan bentuk kromosom.

Sebenarnya, selain keluarga apalagi yang dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan transgender? Lingkungan sosial dan gaya hidup menjadi jawabannya. Seperti yang diakui oleh Mbak Cyntia, dia menjelaskan bahwa sedari kecil dia menyadari bahwa dirinya berbeda, dia selalu ingin tampil seperti wanita namun fisiknya adalah lelaki, ketika remaja dia mulai menyukai tetangga lelakinya dan mulai menerima bahwa dia adalah jiwa wanita yang terperangkap dalam tubuh lelaki.
Apa itu jiiwa wanita yang terperangkap dalam tubuh lelaki? Dr.Koentjoro menjelaskan bahwa menurut Carl Gustave Jung, manusia itu anima-animus, yaitu pada dasarnya setiap manusia itu memiliki jiwa wanita dan jiwa lelaki di dalam dirinya, tetapi jiwa yang mendominasilah yang akhirnya membentuk sifat seseorang. Hal ini berkaitan dengan adanya hormon estrogen dan testosteron pada setiap individu, namun ada yang berkembang dan mendominasi , misalnya pada wanita, yang mendominasi adalah hormon estrogen, makanya wanita memiliki jakun namun tidak berkembang seperti pria, karena pertumbuhan jakun dipengaruhi oleh hormon testosteron.

Hal yang paling menarik dari para transgender ini adalah mereka tetap sadar akan kondrat mereka yang terlahir sebagai pria. Seperti kata Mbak Hera, “Ketika saya salat dan menghadap Allah, saya sadar bahwa saya adalah seorang pria. Saya tetap mengenakan sarung, bukan mukena”. Bahkan mereka menyatakan bahwa sekalipun mereka telah melakukan suntik silikon untuk payudara dan panggul, mereka tetap mempertahankan organ ‘kelaki-lakian’ mereka.
Lalu, apakah mereka yang melakukan transgender juga merupakan homo? Ya, mereka adalah homo, tapi yang paling penting untuk digarisbawahi adalah mereka tidak menyukai pria yang homo, apalagi kemayu. “Kami mencari pria-pria atletis”, ucap Mama Londoh. Ya, transgender seperti mereka bahkan memiliki selera yang sama seperti wanita ketika membicarakan pria.  

Hal inilah yang diungkapkan Profesor Koentjoro sebagai suatu keibaan hatinya, bahwa kaum yang lazim kita sebut waria ini tidak menyukai pria homo, tapi pria normal, dan mereka berbeda dengan homo. Apa bedanya? Waria, selalu merasa bahwa mereka adalah perempuan, tetapi homo, mereka tetap merasa dirinya lelaki dan dalam melakukan hubungan intim dengan pasangan, mereka mampu menjadi Top (laki-laki) dan berganti menjadi Bottom (wanita) , tapi transgender tidak. Mereka adalah homo buttom, dan nggak bisa berganti menjadi homo top.

Hal yang menyentuh hati selanjutnya adalah bahwa para transgender ini pun sebenarnya juga ingin memiliki anak, namun tidak mampu untuk mengandung sendiri. Seperti Mama Londoh, dia menganggap semua transgender adalah anaknya, dan Mbak Cyntia juga mengadopsi seorang gadis cilik. Para transgender ini pun memiliki prestasi, seperti Mbak Gita yang menjadi koreografer dan berpergian keluar negeri (saat itu dia baru kembali dari Jepang), dan Mama Londoh yang merupakan seorang duta anti HIV/AIDS.
Lalu, yang menjadi pertanyaan seorang peserta yang hadir saat seminar adalah : Apakah sifat kelaki-lakian (manly) dari mereka yang melakukan transgender itu hilang? Mama Londoh menjawab dengan gurau pertanyaan ini, “Kalau hilang ya nggak mungkin lah , Sayang, tapi memang hanya tampak kalau ada sesuatu yang mengancam kita dan sifat kewanitaan kita nggak mampu untuk menyelesaikannya. Saat itulah asli-nya kita muncul. Hahaha”

Seperti halnya dengan kita, para transgender ini pun ingin dianggap biasa dan normal. “Kita akuin kalau kita itu lebih sensitif lebih daripada wanita , kita juga agresif dan posesif. Makanya kalau ada orang yang langsung bisik-bisik sambil ngelirik kita kalau lagi lewat, meskipun bukan membicarakan kita, kita langsung merasa, dan nggak suka. Tolong bersikap biasa aja kepada kami. Kami juga nggak mengganggu atau apa kok”, ucap Mbak Cyntia, nada kepedihan terpancar dari suaranya meskipun dia berbicara dengan lantang.

Ya, memang seharusnya seperti itu kan? Kita nggak berhak langsung menjudge dan menjauhi orang hanya karena dia berbeda dari norma-norma umum, bahkan kita nggak mengenal benar orang tersebut. Bagaimanapun orang lain, mereka selalu punya alasan untuk melakukan hal yang sesuai dengan kepribadian mereka, justru kitalah yang seharusnya lebih membuka diri dan mengubah mindset kita terhadap mereka. Karena mereka bisa saja menjadi korban salah asuh ya kan ? J

Senin, 21 Mei 2012

i forgot to say i care

Pagi ini tiba-tiba pengen isi blog dengan sedikit pendapat, bukan dengan ilmu. Hohoho. 
Harus balance kali yaaa isi blog ini :p 

Oke, i don't know why people always hidding behind this 'magic' words : I always think of you, even though i'm not call or text you ... 
How sweet that words, huh? 
Tapi aku nggak begitu menyukai kalimat itu. 
The important thing is : if you think for someone, is it enough just to think and don't ask him/her about their condition? 
Buat beberapa orang mungkin itu cukup, tapi tidak bagi yang lain. 
Orang yang menggunakan kalimat ini mungkin adalah orang yang susah mengekspresikan perasaannya. Somehow, this people is always think like this : 
'ah, i know s/he is okay there' 

But the really important thing yang udah aku bahas juga di blog ini adalah , action never speaks louder than words. Kau bisa saja tiap detik memikirkan seseorang, tapi apa orang itu paham kau begitu pedulinya kepada mereka? 
Satu hal yang selalu jadi kata-kata kesukaanku adalah : kata-kata tanpa perbuatan adalah KOSONG, dan perbuatan tanpa kata-kata adalah HAMBAR . 
Aksi dan perkataan adalah dua hal yang harus saling menguatkan , perbuatan menguatkan kata-kata yang terucap , dan kata-kata memberi 'rasa' kepada perbuatan... 
:)

the most important thing is not about how big is your love , or how deep you trust someone, 
the most important thing is how you can made an effort to show that love, to show that care, to show that passion :) 

Many people can't do this. 

Hanya dengan mengirimkan sms pendek -bahkan dengan sms gratis pula- , i miss you, take care , kau bisa menumbuhkan ratusan juta rasa sayang lagi di hati mereka yang kau kirimi sms kaya gitu XP 
It's only need just a few of second :D 

Bahkan, jangankan kepada orang lain, kepada orangtua sendiri pun banyak orang yang susah mengekspresikan bagaimana mereka menyayangi orangtua mereka. Mungkin orangtua nggak mengharapkan kata-kata itu  tapi pahamkah kalian dampak besar dari mengekspresikan perasaan? 
Ketika Ayah pulang dari kantor, kau memberikannya segelas minuman kesukaannya lalu berkata, "Aku menyayangimu, Pa" , akan membuat semua kelelahannya serasa menguap entah kemana. 

Jangan sampai , sampai akhirnya orang - orang yang kau sayangi tak ada lagi di dunia ini, sampai mereka lelah untuk selalu kau 'cuekin' karena tak pernah kau ekspresikan perasaanmu, akhirnya hanya bisa berkata : 


:') 


Best Regrads !
*Bunga*

Kamis, 10 Mei 2012

Stres

Oke, post kali ini, saya meninggalkan sejenak PsikologiFaal saya :D
Kali ini saya akan membahas sesuatu yang dinamakan 'STRES'
Semua orang pasti paham apa yang saya maksud dengan stress dan mungkin aja banyak diantara kita yang membaca ini pasti pernah stress. Kali ini, saya akan bahas Stres dari sudut pandang psikologi .
Check it out! :))))

Stress adalah keadaan dimana individu dihadapkan dengan peristiwa yang mengancam kesehatan fisik dan psikisnya .
Peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan stres disebut dengan Stresor .
Reaksi/respon yang diberikan terhadap peristiwa tersebut adalah Respon Stres.


Apa sih sebenarnya ciri atau karakter dari stres?
* Peristiwa traumatis, misalnya bencana alam, bencana buatan manusia, penyerangan fisik, kecelakaan.
* Tidak dapat dikendalikan, misalnya kematian orang yang dicintai, dipecat, penolakan dari orang yang disayangi dan dari orang lain
* Tidak dapat diperkirakan , misalnya seseorang yang tiba-tiba divonis menderita penyakit kanker akut, para petugas UGD yang tiap hari dituntut untuk bekerja cepat .
   catatan : pada peristiwa yang dapat diperkirakan tapi tidak dapat dikendalikan dapat mengantisitpasi kadar stres yang melonjak naik. Misalnya, pemberitahuan akan adanya pengurangan kuota karyawan karena ada krisis moneter merupakan sesuatu yang dapat diperkirakan, namun tetap tidak dapat dikendalikan. Hal ini menyebabkan stres, namun dapat dikendalikan.
* Menguji kebatasan kemampuan manusia , misalnya siswa yang akan menghadapi UN, dan individu yang akan dan dalam pernikahan.
* Konflik internal : adalah konflik yang tidak terpecahkan , yang disadari maupun tidak, misalnya kebingungan untuk mandiri atau ketergantungan, kerjasama atau bersaing, keintiman atau isolasi.

Nah, ketika menghadapi stress, respon atau reaksi yang diberikan oleh tiap orang jelas berbeda-beda. Macam-macam RESPON STRES :
^ Kecemasan = adalah emosi yang tidak menyenangkan yang dialami individu dengan tingkat yang berbeda-beda . Kecemasan adalah reaksi paling awal dan paling umum yang terjadi ketika stres.
^ Kemarahan dan Agresi = terjadi ketika stres meningkat menjadi frustasi, dimana individu berusaha mencapai tujuan tetapi dihambat atau terhambat.
Bentuk-bentuk Agresi : -Verbal , misalnya teriak dan memaki
                                    -Fisik , misalnya memukul atau melukai orang lain
^Apatis dan Depresi = menarik diri, tidak melakukan apa-apa. Keadaan yang apatis dan berlangsung terus menerus akan menyebabkan seseorang depresi.
^Gangguan Kognitif : sulit untuk berkonsentrasi dan mengorganisasikan pikiran secara logis. Hal ini disebabkan ketika seseorang stress, pikiran negatiflah yang lebih sering diproduksi individu.

Ketika stress, alat-alat tubuh (fisiologis) juga akan bereaksi. Reaksi fisiologis terhadap stress adalah :
-- Respon fight atau flight , pada waktu ini tubuh akan melakukan alarm/peringatan terhadap stres, misalnya debar jantung yang semakin cepat, tangan yang berkeringat, atau merasa kelelahan
-- Gangguan psikosomatis , adalah ketika psikis kita diserang oleh stres, maka tubuh akan merasakan dampaknya, misalnya ketika stres ada beberapa orang yang mengalami kenaikan asam lambung sehingga maag.
-- Sistem kekebalan tubuh menurun, menjadi gampang terserang penyakit.

Beberapa Teori Psikologi tentang Stres.

Teori Psikoanalisa ---> stress disebabkan karena adanya peristiwa-peristiwa pada masa lalu yang ditekan di alam bawah sadar, dan adanya ketidakseimbangan antara id,ego,dan superego.
Teori Behavioristik ---> stress disebabkan karena ada tidaknya persiapan menghadapi peristiwa-peristiwa pemicu stres, atau sebaliknya, terlalu sering berada pada keadaan yang memiliki tingkat pemicu stres yang tinggi dapat meningkatkan ketahanan seseorang terhadap stres, misal seperti petugas UGD. Pekerjaan tiap hari yang harus serba cepat dan dibawah tekanan membuat ketahanannya petugas UGD terhadap stres lebih baik daripada yang lain.
Teori Kepribadian ---> stres bisa dipengaruhi oleh kepribadian, karena kepribadian dapat menentukan respon kita terhadap stres. Misalnya, mereka yang cenderung melankolis akan menangis, berdiam diri, dan merenung sebagai responnya terhadap stres.

Ketika menghadapi stres, seringnya disebabkan ketika kita merasa tidak mampu untuk memecahkan masalah kita. Dalam memecahkan masalah, individu cenderung melakukan dua strategi pemecahan masalah.
Strategi Pemecahan Masalah tersebut adalah :
~ Problem Focused Coping (strategi terfokus masalah) , yaitu individu berusaha mengatasi masalah dengan mengatasi apa yang menjadi sumber masalahnya.
~ Emotion  Focused Coping (emosi terfokus masalah) , yaitu individu berusaha mengatasi emosi yang timbul, mencoba mencegah emosi yang bersifat negatif.
Jenisnya : Strategi Perilaku = dengan menonton film, bernyanyi, makan, jalan-jalan
               Strategi Kognisi = tidak memikirkan masalah yang terjadi , positife thinking
               Strategi perenungan, pengalihan, dan penghindaran hal-hal negatif

Dalam melakukan pertahanan diri (self-defense) menghadapi stres, seseorang bisa melakukan hal-hal berikut ini :
  • Represi , seseorang menyingkirkan stresnya dengan menekan semua masalahnya dalam alam bawah sadar. Penderita represi dapat mengalami kegelisahan dalam tidur dan mimpi, dapat pingsan untuk beberapa waktu, dan dapat mengalami amnesia karena penekanan ini. 
  • Rasionalisasi, seseorang mencari alasan dan pembenaran untuk menyembunyikan kesalahan atau rintangan untuk mengangkat harga dirinya di lingkungan sosial. Rasionalisasi juga muncul ketika individu menipu dirinya sendiri dengan mengatakan yang baik adalah buruk dan yang buruk adalah baik. 
  • Proyeksi , seseorang yang melemparkan atau memproyeksikan kekurangan pada dirinya atau yang tidak disukai orang dari dirinya kepada orang lain dan cenderung membesar- besarkan. 
  • Penyangkalan , seseorang yang menghadapi masalah cenderung untuk menyangkalnya daripada menghadapinya, dengan maksud untuk melindungi dirinya sendiri. hal ini juga dapat dikatakan dengan menipu diri sendiri . 
  • Pembentukan Reaksi, seseorang yang melakukan pembentukan reaksi adalah mereka yang menyembunyikan perasaan dan motif sesungguhnya dengan melakukan perbuatan yang bertentangan.
  • Intelektualisasi , seseorang yang berpikir secara analitik dan intelektual ketika terjadi suatu permasalahan pada dirinya, mempelajari masalah tersebut dan membuat jarak emosional dengan permasalahan. 
  • Pemindahan (displacement),seseorang berusaha menghilangkan kekecewaan dan kesusahan dengan cara memindahkan ke objek lain, misalnya benda-benda
Sekarang, setelah tau apa itu stres, apa pemicunya, apa karakteristiknya, bagaimana cara menghadapinya, dan bagimana bentuk pertahanan diri dari stres,  yang akan dibahas adalah teknik-teknik penanganan stres dari kacamata psikologi .


  1. Teknik perilaku , stres diatasi dengan melakukan kegiatan relaksasi , melakukan aerobik dan olahraga yang teratur.
  2. Teknik Kognitif, stres diatasi dengan mengubah pola pikir dan cara pandang terhadap suata masalah sehingga dapat mengurangi pemicu stres.
  3. Teknik Psikoanalisa , stres diatasi dengan cara menceritakan semua hal yang dirasakan , dengan cara penafsiran mimpi, dan dengan cara hipnotis. 
Nah, sudah tau kan sedikit mengenai stres dalam perspektif psikologi ? Pasti udah paham deh sekarang dirinya kalau stres pasti kaya apa dan udah mulai ngerti untuk mengatasi stres dengan cara apa aja ... 
Hehehehe :D 

*Bunga*