Pernah merasa sedih tapi nggak tahu sebabnya?
Oke, well, tulisan singkat bin ajaib yang tiba-tiba ada setelah blog ini mati suri adalah : saya sedang merasakan itu sekarang ~
Lalalala ~
Sebenarnya sih nggak ada masalah atau apapun yang mungkin menyebabkan saya bisa megap-megap pengen nangis. Nggak ada sih~
Tapi rasanya pengen aja, kayak lagi gapunya teman yang diajak berbagi pikiran dan cerita.
Saat-saat kayak ginilah baru mendekat banget sama Tuhan, karena Dia yang bisa meluangkan waktu anytime buat dengarin cerita tanpa menceritakan diriNya balik dan tidak membalikkan cerita dengan fokus pada diriNya :'D
Ah, ada banyak hal yang perlu berubah dari lingkungan sekitarku karena aku juga berubah dan merasa perubahanku sudah jauh meninggalkan perubahan sekitarku. Setidaknya aku butuh orang yang berada pada level perubahan yang sama supaya nyambung, supaya ngerti dan paham apa yang sedang aku pikirkan, apa yang aku pikirkabn untuk masa depan, dan memberikan suipport yang cocok untuk keadaan ku sekarang . Hahaha -_- *berle banget nih aku*
Yang pasti, aku ngerasa gap yang jauh banget sama teman-teman, khususnya mereka yang aku anggap dekat. Aku nggak pernah berubah menjadi idealis, aku cuma sekarang lebih prinsipil. Mungkin ini yang menyebabkan aku terlihat jauh dari mereka, karena aku nggak lagi membiarkan hidupku mengalir seperti air dan terlalu hanyut dalam kehidupan indah dunia remaja yang akan segera berakhir ini . Huft. Ini susahnya :/ Susah pake bangeeeeet >.<
Sudahlah, aku harus bisa semangat dalam hidupku, mau apapun yang orang katakan, siapapun mereka yang nggak peduli samaku, aku harus tetap semangaaaat !
Yak, post yang sangat singkat dan absurd ini berakhir disini :p
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Kamis, 04 April 2013
Rabu, 26 Desember 2012
Saya Suka. Saya gak suka. But i'm not haters....
Rasanya, semua orang pasti punya satu dua orang yang diidola kan..
Entah itu artis, ataupun mungkin mengidolakan orang tuanya..
Tapi rasa menyukai dan mengangumi seseorang pasti kita semua punya.
Oke, belakangan ini aku menyukai girlband asal Korea, SNSD. I'm not Korea freak, aku cuma taunya SNSD tok. Hahaha *cukup memalukan*
Nah, seperti hal-nya aku menyukai Agnes Monica, dan berharap banyak pada mimpi-mimpinya,
begitu juga aku ngefans sama SNSD dan berharap banyak pada mereka.
Dan se-naifnya aku yang ngira nggak ada orang yang jadi hatersnya Agnes Monica, aku juga naif ngira haters SNSD nggak buruk-buruk amat :D ^oke, kenapa aku jadi ngobrolin Agnes Monica dan SNSD? Mereka pernah satu panggung, meeeeen, dan Agnes duduk di depan Yoona. oh yeah^
Dan, dari ke 9 gadis-gadis itu, aku menyukai Im Yoon Ah aka Yoona. Kenapa? Kenapa ya. Aku juga gatau. Hahaha, meskipun dia nggak terlalu bagus dalam nyanyi, dan bukan yang utama dalam nge-dance, tapi aku suka diaaa :D
Aku suka dia jadi visual image-nya SNSD. Kayaknya udah cocok aja, udah pas..
:))
Aku kenal SNSD udah lama, tapi aku nggak ngefans sama mereka, aku tau YoonA main drama You're my destiny yang panjangnya kayak sinetron tersanjung , tapi aku nggak begitu suka sama dia di situ :D . Tapi, begitu dia main di drama Love Rain, aku jadi sukaaaaaaa sekaaaaaali :D
At least, kalau ngeliat di blog, di youtube, di twitter, banyak banget yang nggak suka sama mereka, dan sama YoonA, bahkan sama Agnes Monica (kenapa? habisnya aku bingung, Agnes dalam vokal dan nari kayaknya nggak usah di ragukan lagi, dan meskipun dia terkesan lama mewujudkan impiannya untuk go international, tapi toh akhirnya dia bisa juga melakukan sesuatu yang nggak cuma omongan doang , dia bisa buktikan dia kerjasama dengan Michael Bolton, Bruno Mars, dan Timbland. jadi, agak bingung aja sih dengan orang-orang yang nggak menyukai Agnes bahkan menjadi haters).
Oke, hidup ini pasti ada yang suka dan nggak suka. Masalahnya, kalau nggak suka, apakah langsung berubah menjadi haters, dan menunjukkan ke-agresian secara verbal di dunia maya? Ayolaah, kawan :) Kita nggak ada untungnya jadi haters. Aku nggak suka sama cherrybelle, tapi aku nggak pernah mau jadi pembenci aka haters. Jahat sih , rasanya aku, apalagi kalau sampe memojokkan artis-artis itu, dan ngejek yang keterlaluan ,
kita semua boleh nggak suka, tapi nggak boleh jadi lebih rendah daripada apa yang nggak kita suka itu. Menjelek-jelekkan orang lain tentu bukan tindakan yang bermartabat :)
Seperti saya yang nggak begitu setuju sama raja dangdut yang mau mencalonkan diri jadi presiden, tapi saya nggak ingin menjelek-jelekkan beliau , nggak ingin berkata kasar dan kurang sopan, karena dibandingkan saya , dia masih lebih baik, dia masih bisa menjadi raja dangdut, masih bisa menjadi sesuatu yang lebih dari saya. Kalau saya yang nggak ada apa-apa ini masih berusaha menjelekkan dia, wah, saya sungguh keterlaluan dong :))
Tong Kosong emang nyaring bunyinya. Haters mungkin nggak punya yang namanya kasih, tapi setidaknya aku yakin pada masih punya kesadaran untuk menjaga mulut dan perkataan supaya nggak kelihatan tidak bermartabat.. :D
Semua orang ada kekurangan kelebihannya, tapi alangkah bijaksananya kita kalau nggak memamerkan kelebihan dan tidak menjelek-jelekkan kekurangan orang lain. Haters, apalagi yang sampai mengumpat dan bertindak kasar, hidupnya nggak mulia dan susah dimuliakan oleh Tuhan. Kalau emang nggak suka, nggak perlulah ikut campur, jadinya malah hancur :D
Sekian, dari seseorang yang sangat menyukai Yoona <3
Salam damai untuk semua orang yang tidak menjadi haters :D
Entah itu artis, ataupun mungkin mengidolakan orang tuanya..
Tapi rasa menyukai dan mengangumi seseorang pasti kita semua punya.
Oke, belakangan ini aku menyukai girlband asal Korea, SNSD. I'm not Korea freak, aku cuma taunya SNSD tok. Hahaha *cukup memalukan*
Nah, seperti hal-nya aku menyukai Agnes Monica, dan berharap banyak pada mimpi-mimpinya,
begitu juga aku ngefans sama SNSD dan berharap banyak pada mereka.
Dan se-naifnya aku yang ngira nggak ada orang yang jadi hatersnya Agnes Monica, aku juga naif ngira haters SNSD nggak buruk-buruk amat :D ^oke, kenapa aku jadi ngobrolin Agnes Monica dan SNSD? Mereka pernah satu panggung, meeeeen, dan Agnes duduk di depan Yoona. oh yeah^
Dan, dari ke 9 gadis-gadis itu, aku menyukai Im Yoon Ah aka Yoona. Kenapa? Kenapa ya. Aku juga gatau. Hahaha, meskipun dia nggak terlalu bagus dalam nyanyi, dan bukan yang utama dalam nge-dance, tapi aku suka diaaa :D
Aku suka dia jadi visual image-nya SNSD. Kayaknya udah cocok aja, udah pas..
:))
Aku kenal SNSD udah lama, tapi aku nggak ngefans sama mereka, aku tau YoonA main drama You're my destiny yang panjangnya kayak sinetron tersanjung , tapi aku nggak begitu suka sama dia di situ :D . Tapi, begitu dia main di drama Love Rain, aku jadi sukaaaaaaa sekaaaaaali :D
At least, kalau ngeliat di blog, di youtube, di twitter, banyak banget yang nggak suka sama mereka, dan sama YoonA, bahkan sama Agnes Monica (kenapa? habisnya aku bingung, Agnes dalam vokal dan nari kayaknya nggak usah di ragukan lagi, dan meskipun dia terkesan lama mewujudkan impiannya untuk go international, tapi toh akhirnya dia bisa juga melakukan sesuatu yang nggak cuma omongan doang , dia bisa buktikan dia kerjasama dengan Michael Bolton, Bruno Mars, dan Timbland. jadi, agak bingung aja sih dengan orang-orang yang nggak menyukai Agnes bahkan menjadi haters).
Oke, hidup ini pasti ada yang suka dan nggak suka. Masalahnya, kalau nggak suka, apakah langsung berubah menjadi haters, dan menunjukkan ke-agresian secara verbal di dunia maya? Ayolaah, kawan :) Kita nggak ada untungnya jadi haters. Aku nggak suka sama cherrybelle, tapi aku nggak pernah mau jadi pembenci aka haters. Jahat sih , rasanya aku, apalagi kalau sampe memojokkan artis-artis itu, dan ngejek yang keterlaluan ,
kita semua boleh nggak suka, tapi nggak boleh jadi lebih rendah daripada apa yang nggak kita suka itu. Menjelek-jelekkan orang lain tentu bukan tindakan yang bermartabat :)
Seperti saya yang nggak begitu setuju sama raja dangdut yang mau mencalonkan diri jadi presiden, tapi saya nggak ingin menjelek-jelekkan beliau , nggak ingin berkata kasar dan kurang sopan, karena dibandingkan saya , dia masih lebih baik, dia masih bisa menjadi raja dangdut, masih bisa menjadi sesuatu yang lebih dari saya. Kalau saya yang nggak ada apa-apa ini masih berusaha menjelekkan dia, wah, saya sungguh keterlaluan dong :))
Tong Kosong emang nyaring bunyinya. Haters mungkin nggak punya yang namanya kasih, tapi setidaknya aku yakin pada masih punya kesadaran untuk menjaga mulut dan perkataan supaya nggak kelihatan tidak bermartabat.. :D
Semua orang ada kekurangan kelebihannya, tapi alangkah bijaksananya kita kalau nggak memamerkan kelebihan dan tidak menjelek-jelekkan kekurangan orang lain. Haters, apalagi yang sampai mengumpat dan bertindak kasar, hidupnya nggak mulia dan susah dimuliakan oleh Tuhan. Kalau emang nggak suka, nggak perlulah ikut campur, jadinya malah hancur :D
Sekian, dari seseorang yang sangat menyukai Yoona <3
Salam damai untuk semua orang yang tidak menjadi haters :D
Minggu, 18 November 2012
NIKAHI DIA!
Huwaa, waktu mau ngepost ini bingung duluan ._.
pantes gak ya? :p
Tapi, pantes aja sih , meskipun aku belum masuk usia 20 tahun, tapi aku mulai memiliki pemikiran dewasa awal sepertinya :D
Aku nulis ini cuma mau share aja , sosok seperti apa sih, yang pantes dan cocok buat jadi pendamping hidup para wanita?
Tapi yang pasti , individu kan berbeda, kalau ada yang merasa kurang berkenan, nggak usah dipermasalahkan ya :p
Tiba-tiba terpikir, tentang bagaimana sosok pria yang menurutku ideal menjadi calon suami :D
pantes gak ya? :p
Tapi, pantes aja sih , meskipun aku belum masuk usia 20 tahun, tapi aku mulai memiliki pemikiran dewasa awal sepertinya :D
Aku nulis ini cuma mau share aja , sosok seperti apa sih, yang pantes dan cocok buat jadi pendamping hidup para wanita?
Tapi yang pasti , individu kan berbeda, kalau ada yang merasa kurang berkenan, nggak usah dipermasalahkan ya :p
Tiba-tiba terpikir, tentang bagaimana sosok pria yang menurutku ideal menjadi calon suami :D
- Ketika kau mencari calon suami,Kau bukan hanya mencari orang yang menginginkan kau bahagia bersamanya ,Tapi dia akan bahagia melihat kau bisa menemukan kebahagiaanmu .Dia yang juga menginginkan kebahagiaanmu.Kau mencari orang yang bukan hanya menggenggam tanganmu ketika masalah datang ,Namun juga akan berjalan bersamamu melewati badai.Kau mencari orang yang bukan hanya mengatakan ‘semuanya akan baik-baik saja’Namun berkata ‘semuanya pasti akan baik-baik saja selama kita bersama’Kau mencari orang yang bagaimanapun sedih dan terlukanya dia ketika bersamamu ,Dia nggak akan mundur , tapi tetap berjuang untuk bisa berada di sisimu.Seseorang yang nggak akan mengalah dan menyerah untuk bahagia bersamamu.Ketika kau mencari calon suami,Kau mencari orang yang bukan hanya menjanjikan masa depan yang cerahTapi berjanji untuk bisa melewati berbagai masa-masa sulitKau mencari pria yang mampu untuk meyakinkanmu untuk bersama dalam masa-masa sulitSeseorang yang mampu memberi kekuatan, yang membuatmu tidak lagi merasa takut menghadapi dinamika kehidupan kalian kelakKau mencari calon suami yang bukan berkata , ‘kau butuh aku? Aku segera kesana’Tetapi seorang pria yang berkata, ‘aku datang karena kau membutuhkan aku’Seorang pria yang tau bagaimana cara mencintai , bertanggung jawab, peduli, dan menghormatimuKetika kau mencari calon suami, kau bukan melihat kepada sembarang orangKau mencari pria yang bahkan dengan semua kekurangannya dia masih mampu dan berani untuk mencintai semua kelebihanmuKau mencari pria yang bahkan bisa menangis karena dirimuKau mencari calon suami yang bukan hanya mampu untuk melindungimu,Tapi kau mencari pria yang bahkan untuk melindungimu dia berkorban untukmuSeseorang yang takut kehilanganmu tapi nggak takut berkorban demi dirimuKau mencari pria yang mampu membuatmu berani untuk mencintainya , yang membuatmu berani untuk hidup bersamanya, membuatmu berani untuk menghadapi rintanganKau mencari pria yang mampu kau pahami sikapnya, yang mampu memahami sikapmu, yang kau pahami isi hatinya dan yang mampu memahami isi hatinyaKau mencari pria yang ingin kau lihat tiap saat, yang ingin kau doakan setiap waktu, yang ingin kau cintai seumur hidupKetika kau mencari calon suami, kau mencari pria yang mencintai Tuhan-nyaKetika dia dapat mencintai Tuhan-nya dengan tulus dan segenap jiwanya, apa lagi yang membuatmu ragu untuk mencintai dan hidup bersamanya?J
Naaaah, sekiaaaan ^^
Saya maluuuuu :3
Saya maluuuuu :3
:D
Sabtu, 29 September 2012
Jurnal Cinta :p
Coretan ini dibuat cuma sekadar sebagai
coret-coretan , tanpa makna yang sangat berarti , mungkin .
Cuma bertanya-tanya aja, sebenarnya gimana sih
wujud perasaan yang dinamakan cinta oleh orang-orang ?
Oke, lebih tepatnya gimana kita bisa mengenalinya.
Banyak orang menyembunyikan perasaan-perasaan lain
dibalik kata cinta. Seringkali banyak orang yang salah arti antara nafsu atau
cinta, antara hasrat dan cinta, antara menyenangi seseorang dengan cinta, dan
lain-lain. Kadang , banyak orang salah mengartikan kagum sebagai perasaan
cinta, banyak yang menganggap perhatian merupakan cinta , atau yang lain.
Banyak orang senang untuk mendefinisikan arti
cinta. Mencoba mencari dasar-dasar sifat yang selalu ditampakkan oleh cinta.
Banyak teori, banyak puisi, banyak cerita, tapi ketika realita yang ada mulai
menapak, kita seringkali terkecoh oleh perasaan, dari sekian banyak perasaan,
kita paling sulit mendefinisikan cinta.
Dendam, iri hati, kebencian, mudah untuk dikenali
, kita langsung bisa menyatakan ketidaksukaan kepada seseorang sebagai benci ,
atau berkedok iri hati. Tapi kita nggak bisa langsung menyimpulkan seseorang
yang suka kepada kita itu sebagai cinta bukan?
Ada anggapan yang menyatakan suka itu nggak
berarti cinta , kita bisa suka kepada teman kita, sebagai teman, HANYA sebagai
teman, lantas , gimana dengan definisi suka yang termasuk bagian dari cinta?
Saking susahnya dikenali , sekarang muncul banyak
orang yang bingung dengan perasaan cinta tersebut. Banyak orang yang menganggap
dia mencintai orang lain, tapi kemudian menyakiti. Banyak yang menganggap cinta
kepada orang lain, tapi tidak mau mengikrarkan cinta tersebut , kenapa? Karena
dia juga nggak bisa menggambarkan secara nyata perasaan yang dimiliki itu
adalah benar cinta.
Banyak pendapat , banyak anggapan yang kadang
membuat definisi cinta kian rumit. Haruskah cinta didefinisikan? Jika cinta adalah sesuatu yang universal
seperti yang dikatakan setiap orang, kenapa setiap orang memiliki paradigma
sendiri yang kadang saling bertolak belakang ?
Bagi beberapa orang , cinta itu harus memiliki.
Mereka menganggap ketika dua orang yang saling mencintai , ditakdirkan untuk
bersama, bagaimanapun caranya dan hambatannya. Dua orang yang saling mencinta
yah harus bersama-sama. Lantas, gimana dengan mereka yang menganggap bahwa
cinta itu tak harus memiliki? Jika saling cinta, dan terhambat oleh masalah
atau hal lain, cinta nggak bisa dipaksakan untuk membuat hubungan antara dua
orang , cinta bukan alasan untuk dua orang saling memiliki. Cukup hanya individu dengan perasaan
cinta-nya , tak harus bersama-sama.
Ada yang bilang , cinta adalah pengorbanan. Ketika
dua orang manusia diberi anugerah untuk dicintai dan mencintai , pengorbanan
adalah harga mati yang harus dibayar. Eum,
misalnya , pengorbanan cinta adalah dengan tak harus memiliki (seperti
teori cinta tak harus memiliki) , mungkin aku memikirnya lebih kepada cinta
yang bertepuk sebelah tangan. Jika seseorang mencintai orang lain tetapi tidak
berbalas, di kondisi inilah mungkin yang disebut dengan pengorbanan.
Mengorbankan orang lain untuk bersama orang yang dicintainya. Atau mungkin
pengorbanan yang dilakukan ketika berpacaran atau menikah. Ketika pacaran,
seberapa sering kita membalas sms, atau menghubungi pacar dengan mengorbankan
uang jajan untuk membeli pulsa? Atau pengorbanan istri yang harus menerima
bagaimanapun kondisi kehidupan bersama suami-nya kelak.
Aku bingung, apakah sesuatu seperti menikah dengan
alasan saling cinta namun memiliki kemampuan untuk membiayai rumah tangga dan
lain sebagainya itu dapat juga disebut pengorbanan cinta? Menikah dengan
kondisi finansial yang belum mantap dan bersama-sama menjalani rumah tangga itu
adalah pengorbanan juga? Banyak kisah
cerita romantis yang mengangkat tema ini, memulai perkawinan dari nol, membangun
keuangan bersama-sama, menjadikan cinta sebagai kekuatan luar biasa dari
kehidupan rumah tangganya.
Tapi, salahkah ketika wanita memilih seorang pria
yang nggak hanya cukup tanggung jawab dan pekerja keras, tapi juga sudah
memiliki finansial yang cukup? Mengapa begitu banyak pandangan negatif tentang
wanita yang ingin memiliki suami yang setidaknya sudah punya pekerjaan tetap?
Oke, aku perjelas , finansial yang cukup bukan berarti suami harus direktur
atau pengusaha kaya raya , tapi suami sudah mampu menjamin kebutuhan primer
rumahtangganya (sandang-pangan-papan).
Ketika seorang yang belum memiliki pekerjaan melamar wanita , secinta
apapun dia , apakah wanita tidak boleh mempertimbangkan aspek ini? Apakah
wanita langsung dituduh matre dan gak cinta? Sebenarnya siapa yang
mendefinisikan cinta berarti nggak berpikir panjang?
Cinta itu , haruskah meminta maaf?
Banyak yang bilang, ketika anak manusia saling
mencintai , kata “maaf” tidaklah perlu terucap , ketika saling mencintai , dua
orang akan saling mengerti hati masing-masing , akan saling memahami dan
mengerti satu sama lain. Tapi , semua kah?
Kadang, ketika seseorang berbuat salah ,atau kita
berbuat salah, apakah kita nggak ingin setidaknya mendengar kata maaf? Apa itu
cuma aku aja ya? K
Semakin kesini , aku masih menganggap cinta itu
terlalu abstrak, terlalu ribet , terlalu manusia.
Seorang ahli psikologi menyatakan bahwa manusia ,
agar dapat hidup sebaik-baiknya di dunia ini, haruslah memiliki cinta. Cinta
itu menurutnya adalah tanggung jawab, cinta itu adalah pengetahuan, cinta itu
adalah kepeduliaan, cinta itu adalah hormat.
Cinta menurutnya adalah sesuatu kebersamaan yang memungkinkan
individualitas. Ups. Bersama dan individu digabungkan dalam satu kalimat tanpa
kata atau sempat membuatku bingung. Halah, ribetnya.
Tapi , setelah aku pikir-pikir, mungkin ini adalah
jawaban dari bentuk cinta sebenarnya.
Mencintai itu berarti bersama-sama, melalui hal –suka duka, sakit sehat
, susah senang- bersama . Ya, dikatakan cinta itu adalah ketika dua orang
memiliki perasaan yang sama , memiliki keinginan yang sama untuk bersama,
ketika memiliki tujuan yang sama –meskipun dengan cara yang berbeda untuk
mencapai tujuan tersebut- . Dua orang yang mencintai bisa saja memilih jalan
yang berbeda untuk mencapai tujuan-nya , tapi bukan berarti mereka berpisah ,
jalan yang berbeda bisa dilewati dengan berpegangan tangan, misalnya. Berbeda bukan berarti menjauh, mungkin kurang
lebih makna-nya sama dengan Bhineka Tunggal Ika.
Ketika seseorang mencintai orang lain, mereka
memiliki sesuatu yang dibagi bersama, tapi juga nggak saling menghalangi
pribadi untuk melakukan hal yang disukainya. Sederhananya , bukan cinta namanya
jika jalan sama sahabat aja nggak bisa. Bukan cinta namanya kalo dilarang
nge-gym karena takut dikerumunin cewe lain. Individu itu menghormati
ke-pribadian tiap orang. Mungkin, dari sinilah dapat dikembangkan teori bahwa
cinta itu sebuah kepercayaan.
Begitu indahnya definisi cinta yang dikemukakan
ahli tersebut J
Tapi , aku masih begitu banyak pertanyaan tentang
ini. Entahlah, mungkin karena aku belum pernah merasakan definisi cinta yang
sepertinya banyak dikemukakan. Atau apakah cinta itu nggak harus memiliki semua
ciri teori diatas?
Sebenarnya , apakah cinta itu mempunyai batas
waktu? Eum, kadaluarsa misalnya?
Kalau sebegitu sesuatunya cinta itu, mungkinkah
kita akan benar-benar mencintai seseorang sampai akhir hayat? Bukankah sebagian
mengatakan bahwa cinta itu hormonal? Apakah cinta itu juga mengalami fluktuasi
naik turun, bosan atau tidak?
Aku hampir-hampir nggak peraya dengan pernyataan
seseorang yang bilang ‘setiap kali melihatnya aku merasa jatuh cinta’ .
euuuuummmm *mutarbolamata.
Atau, yang bilang ,’selama 20 tahun aku menikah,
aku mencintainya, walaupun dia sering memukuliku dan beberapa kali selingkuh.
Aku yakin dia akan berubah’. UPS. Seperti ini kah cinta? :’|
Atau orang yang mengatakan ,’ setelah 50 tahun,
aku masih memiliki cinta untuk cinta pertamaku. Sekalipun aku menikah, aku
masih memikirkan dia’ ....
Yang
jelas, setiap orang seringkali
menganggap perasaan yang dimiliki-nya adalah cinta. Apakah cinta itu juga
merupakan pemukulan? Apakah pengekangan adalah cinta? Apakah menikah dengan
oranglain tetapi masih mencintai pacar yang lama dapat dikatakan cinta,
bukannya suatu penghianatan terhadap cinta? Entahlah, manusia memiliki versi
sendiri – sendiri dengan cinta, mungkin...
Dan aku menghargai perbedaan itu.
Salah satunya adalah, masalah cinta menunggu atau
tidak. Berapa banyak sih orang yang mengatakan bego atau bodoh sama orang yang
mungkin masih menunggu cinta-nya? Aku pernah baca sebuah komik, seorang ibu dan
anak yang menunggu kedatangan ayah mereka , seorang pelayar dan petualang.
Ayahnya memiliki keinginan untuk keliling dunia, cita-cita lebih tepatnya. Istrinya mengizinkan untuk pergi, dan berkata
akan menunggu suaminya kembali. Tapi, sampai dia meninggal , dan anaknya tumbuh
dewasa, si suami nggak kunjung pulang. Banyak yang mencemooh , mengatakan
betapa bego-nya mereka.
Kalau dipikir sekilas, iya juga. Sekian lama
ditinggal , kenapa masih menunggu? Bukankah dia bisa saja melupakannya? Atau
mencari orang lain? Mengapa mau digantung oleh janji-janji? Mengapa membiarkan
si suami menjalankan ambisi-nya? Seperti apa cinta yang kaya begini? Apakah
cinta memberi ketidakpastian? Apakah cinta justru yang membuat orang merasa
dipermainkan?
Dan, hampir di akhir cerita, si anak mengatakan
begini , “Ibu mencintai ayah , dan dia mencintai juga cita-cita ayah. Mereka
mencintai, tapi mereka sama-sama memiliki impian. Impian ayah berkeliling
dunia, dan impian ibu untuk merawat ku. Kami nggak bodoh , ayah juga nggak
bersalah, semua ini adalah keputusan kami. Kami yang memutuskan untuk
membiarkan ayah pergi, dan kami yang memilih untuk menunggunya. Jangan salahkan
ayah yang tidak kembali, karena kami-lah yang memilih untuk tetap menunggu,
dengan semua resikonya”
WOW.
Cinta itu sesuatu yang sangat kompleks. Paket
lengkap.
Cinta nggak sekedar masalah bersama, tapi juga
menghargai individu , cinta nggak sekedar berkorban tapi juga mengorbankan ,
cinta nggak hanya suka tapi juga duka, tidak hanya sehat tetapi juga sakit,
tidak hanya senang tapi juga susah , cinta nggak cuma sekedar perasaan tapi
juga logika, cinta nggak hanya sekedar meminta maaf, tapi juga memberi maaf .
Yang paling terakhir, cinta nggak cuma sekedar menerima apa adanya, tapi juga
membuat keputusan dalam pilihan.
Cinta itu beresiko, dia bagai pisau bermata dua.
Bisa membuat bahagia dan menderita bersamaan. Tapi toh masih jarang orang yang
jera untuk merasakannya. Mungkin karena inilah cinta disebut anugerah. Hahaha
:D
Tapi yang paling pasti , cinta itu membahagiakan.
Jika kau menemui lebih banyak penderitaan dan kesedihan dengan cinta yang kau
rasakan, mungkin itu bukan cinta~
Atau, entahlah, cinta itu ribet...
Label:
cinta,
curhat,
kasih sayang,
kepercayaan,
percaya,
psikologi
Senin, 06 Agustus 2012
-Shoulder to Cry On-
Kembali ke blog!
Kali ini aku mau cerita dikit , karena kuliah masih libur, jadi yg di post curhatan-curhatan dulu kali ye :D
Oke, dimulai dari cerita kenapa aku pengen nge-post soal hal ini.
Awalnya tadi pengen ngepost sesuatu yang lain (mungkin setelah ini aku bakal post) ,
tapi waktu liat berita-berita di blog , aku jadinya pengen post soal ini.
Aku belum pernah merasa kehilangan orangtua (dan suatu saat pasti akan datang masanya), aku nggak paham gimana rasanya ditinggal Ibu yang dari kecil kita gangguin, yang selalu ada waktu kita membutuhkan pelukan, atau gimana rasanya kehilangan Ayah yang selalu jadi tameng perlindungan kita kalau kita menghadapi sesuatu yang menakutkan...
Belum.
Dan, ini udah terjadi sama orang yang udah gk bisa lagi dibilang bestfriend karena dekat-nya aku sama dia. God have a plan and a purpose. Aku tau seberapa berarti-nya sang ayah untuknya , aku tahu seberapa sayangnya dia kepada ayah-nya , aku tau seberapa baik dan seberapa cinta-nya sang ayah kepadanya. Aku tau , aku ngerti aku ngeliat sendiri , tapi aku nggak akan bisa pahami betapa sedihnya hati sahabatku ketika ditinggal untuk selama-lamanya oleh sang ayah.
Jangan tanya aku gimana dia ketika ayah-nya kritis. Aku tau , dia menghilang dari jejaring sosial, mengabaikan handphone-nya, berada di rumah sakit menunggui sang ayah. Aku nggak ada di situ , tapi aku yakin , sekalipun dia hanya duduk diam disebelah ayahnya, hatinya nggak akan pernah berhenti berdoa.
Jangan tanya aku kapan sang ayah meninggal. Aku inget , aku tahu. Dia sms aku ketika ayahnya meninggal. Dan seakan nggak ingin menunjukkan betapa nyeseknya dia , sms-nya saat itu bernada sangat sederhana . "Bapakku udah meninggal" , segitu aja , segitu aja , tapi cukup buat aku syok dan ingin berlari ke sana :')
Seakan belum cukup, ketika aku melayat , dia sama sekali nggak meneteskan air mata . Nggak. Dia hanya tersenyum , cukup buat aku paham bahwa senyum itu mengandung kesedihan , dia tertawa ketika aku dan teman-teman lainnya mengajak dia ngobrol. Dia nggak menangis. Nggak. Dia cukup kuat untuk nggak nangis waktu itu. Entahlah, apa mungkin dia sudah lebih dulu mempersiapkan hati untuk kemungkinan terburuk :')
Tapi itu bukan berarti aku nggak tau dia sedih , entahlah, mungkin nggak sedih, mungkin kenyataan udah mematahkan hatinya . Aku tau seberapa kangennya dia pada ayahnya. Aku tau seberapa 'bergantung'nya dia sama ayahnya. Dan akan terasa kekosongan yang begitu hampa ketika kau kehilangan orang yang bersamamu nyaris seumur hidupmu dari kau lahir , yang melewati masa-masa sangat indah bersamamu , ketika orang yang bisa kau andalkan dalam hal apapun tiba-tiba tidak ada lagi untuk membantumu berdiri , atau sekedar mengingatkanmu untuk tetap tersenyum ketika segalanya terlihat menyakitimu.
Dan cuma sedikit sekali kesempatan aku bisa ngeliat dia nangis . Dan alasan dari sedikit tangis itu selalu karena sang ayah :') *dan aku beberapa mungkin* HAHAHA :p
Dan tadi , aku ngeliat curahan hati-nya.
Dan beberapa jawaban dari beberapa pertanyaan yang mutar di otakku seminggu terakhir melihat dia .
Kalau kau baca ini , buddy , kau harus tau , kau bisa tutupi perasaanmu depan aku , tapi nggak akan bisa nutupin dikitpun ekspresi mu dari aku .
Aku nggak bertanya , bukan karena nggak mau tau ,
aku nggak bertanya karena nggak ingin memaksa ,
aku nggak bertanya karena aku tau kau pasti punya pertimbangan kenapa nggak cerita sama ku.
Karena nggak perlu dijelasin, aku tau kau kangen sama ayah-mu di surga :')
Hanya beliau alasanmu bisa terlihat begitu aneh :D
This , loh, buddy :")
But still , i'm not perfect , i can't always make you laugh or can't always be there when you need me , i can't be as fun as your father , i can't hold you as tight as your father , i can't wipe your tears like your father , i can't help you stand as strong as your father ,
But i love you same as your father :')
*well, maybe your father has little more love for you than me* hahahaha :D
Aku tau kau cukup kuat , untuk nyembunyiin air mata itu di balik senyummu
Cukup kuat untuk nyembunyiin air mata itu dibalik film-film
Tapi kau sering kali lupa , kau bisa nyembunyiin air mata itu di bahu-ku .
Remember about shoulder to cry on?
:')
Ini ada , loh , jangan dianggurin =D
Maybe someday you can text me something like this ,
i'm waiting.... :""
Haaaaah , :')
*lap air mata*
I love you , besties ,
Close my heart :*
Bunga :)
Jumat, 13 Juli 2012
Egoisme :D
Manusia itu aneh. Mereka ingin sesuatu yang dapat mereka genggam dengan keegoisan mereka.
Padahal egois itu kejam loh , mereka menginginkan segala sesuatu berada sesuai dan dibawah pengawasan mereka. Tapi manusia juga sebenarnya nggak bisa apa-apa kalau egoisme mereka udah menang.
Walaupun kaya gitu, manusia sebenarnya paham kapan mereka diperbudak oleh egois.
Ketika segala sesuatu yang digenggam berubah menjadi belitan masalah yang menyesakkan jiwa, saat itulah manusia akan berusaha mencari penyebab jauh ke dalam hatinya.
Dan di sana, manusia aka bertemu dengan si egois yang kejam, namun tetap terpelihara dengan sangat sehat disana.
Entahlah, mungkin manusia masih berbelas kasih kepada si egois, sehingga berapa kali pun egois memutarbalikkan dunia manusia, merajut benang-benang kusut dalam hubungan hidup manusia, dan terkadang melukai manusia lainnya, manusia tetap membiarkannya singgah dalam diri mereka. Seberapa banyak manusia sadar itu? Banyak sekali. Manusia bahkan mungkin sudah berteman baik dengan keegoisan tersebut , dan bersifat munafik. Manusia mampu tersenyum di depan keegoisan itu namun merasa tertekan. Begitulah manusia , penuh kepura-puraan, kepada siapapun, kepada dirinya sendiri , kepada orang lain, kepada keegoisannya, bahkan kepada Tuhannya.
Seberapa banyak manusia yang sadar bahwa si egois telah semakin subur dan semakin gendut di dalam hatinya? Ketika semua masalah tidak lagi dapat menyalahkan orang lain dan pihak luar, sesungguhnya manusia telah menemukan jawaban atas semua penyebab masalah. Dalam dirinya. Dan itu bernama 'si egoisme yang berkembang dengan subur'
Banyak yang mengakui egoisme dalam dirinya, namun hanya sedikit yang mau mengubahnya.
Kenapa sedikit? Karena, hey , manusia itu angkuh. Mengubah egoisme, mengikisnya sedikit demi sedikit, berarti merendahkan sedikit hati untuk menerima apa yang sebenarnya nggak disukai , berarti merendahkan lutut untuk sedikit bertelut kepada sesuatu yang lebih rendah , berarti mau menundukan kepala untuk melihat kebawah,berarti mau mengulurkan tangan kemana aja, ke atas ke bawah, berarti mau mengalah demi orang lain. Karena mengubah diri, dan mengikis egoisme itu sebenarnya membutuhkan tenaga ekstra keras dibandingkan merawatnya dalam hati . Itulah sebabnya banyak orang yang menganggap egoisme itu sebagai sifat laten dalam dirinya.
"Ah, aku emang begini kok"
"Ah, ini susah di ubah"
"Ah, ini kan salahnya orang lain, bukan karena aku. Dia yang harus paham aku"
"Ah, dia kan yang sayang sama aku, kenapa aku harus peduli bagaimana aku bersikap kepadanya?"
"Ah, dia sahabatku, dia pasti paham aku sifatnya gini. kalau nggak, yaudah, gausah sahabatan"
"Ah, beri aja dia harapan palsu"
"Ah, lebih penting ini kok daripada yang lain"
"Ah, dia gak butuh aku"
Karena egois itu setidaknya memiliki sedikit dophamine yang membuat orang kecanduan .
Karena terkadang egois itu mampu membuat kita merasa punya harga diri .
Karena itulah manusia masih tetap memeliharanya. Seberapa orang yang nggak cuma mau namun mengubah dirinya dan mengikis egoisnya sedikit demi sedikit? Sedikit sekali , karena kebanyakan nggak tahan untuk berhubungan sedikit lebih jauh dengan egois
Karena orang berlindung di balik egoisme untuk menutupi kelemahannya
Padahal, derajat hidup manusia jelas berubah jauh lebih baik jika saja egois itu mampu ditekan sedemikian rupa.
Karena egois itu nggak bercerita soal kebersamaan, tapi bagaimana aku
Karena egois itu nggak bercerita soal keakraban, tapi bagaimana dengan aku sendiri
Karena egois itu nggak bercerita soal mengalah, tapi bagaimana dengan aku kalau
Karena egois itu nggak bercerita soal memahami, tapi bagaimana orang mengerti aku
Karena egois itu nggak bercerita soal pengorbanan , tapi apa keuntungan untukku
Karena egois itu nggak bercerita soal berbagi , tapi bagaimana aku dapat semuanya Ketika ada sifatmu yang tidak menyenangkan dan orang lain menegurnya, Apa reaksimu? Menganggap bahwa itulah dirimu dan nggak mau mengubahnya?
Kau akan mengatakan, "aduh,susah kali ngubah sifat yang itu"
Susah kali itu bukan berarti anda nggak bisa, tapi anda sedang memenangkan ego anda. :)
Anda masih memelihara egois? Anda akan menganggap catatan ini adalah sampah , dan omong kosong.
oh ya,, INI ada blog yang juga ngebahas tentang Egois lebih lanjut , Blog dari adinda Maya Basoeki :)
oh ya,, INI ada blog yang juga ngebahas tentang Egois lebih lanjut , Blog dari adinda Maya Basoeki :)
Best Regrads ,
Bungaa :)
Bungaa :)
*Lagu*
Aku sebenarnya adalah orang yang sangat jatuh cinta sama yang namanya musik .
Aku gak inget dengar darimana , tapi ada kalimat yang bilang bahwa "ada bahasa universal yang diketahui semua orang , pertama makanan, dan kedua musik. Lewat dua bahasa inilah orang dapat berkomunikasi jauh lebih bermakna daripada lewat kata-kata"
Luar biasa bukan? :D
Kali ini, aku bakal posting dua lagu yang aku suka , dan -menurutku sih- kedua lagu ini menyampaikan perasaan yang sama, namun dengan nada,lirik,irama,dan ritme yang berbeda.
Disitulah uniknya musik , mereka menyampaikan makna yang sama namun dalam tarikan nafas yang berbeda, setiap orang berhak memilih melalui tarikan nafas musik mana mereka ingin menyampaikan maksud hati.
Ribet ya?
Gini aja , maksudnya aku , ada tipe orang yang kalau lagi sedih merasa lagu-lagu mellow lah yang paling mewakili hatinya , mewakili apa yang ingin disampaikannya ,
namun ada juga orang yang sedih namun nggak ingin terlihat cengeng dengan lagu mellow-nya. Sekarang juga banyak lagu berirama beat namun memiliki lirik patah hati kan?
Haahaha, jadi itu maksudnya aku .
Jadi, back to dua lagu yang ingin aku post.
Pertama, lagunya Christina Aguilera yang judulnya Hurt .
Check the lyrics out :
Seems like it was yesterday when I saw your faceYou told me how proud you were, but I walked awayIf only I knew what I know today, ooh, ooh
I would hold you in my arms, I would take the pain awayThank you for all you've done, forgive all your mistakesThere's nothing I wouldn't do to hear your voice againSometimes I wanna call you but I know you won't be there
Oh, I'm sorry for blaming youFor everything I just couldn't doAnd I've hurt myself by hurting you
Some days I feel broke inside but I won't admitSometimes I just wanna hide 'cause it's you I missAnd it's so hard to say goodbye when it comes to this, ooh
Would you tell me I was wrong? Would you help me understand?Are you looking down upon me? Are you proud of who I am?There's nothing I wouldn't do to have just one more chanceTo look into your eyes and see you looking back
Oh, I'm sorry for blaming youFor everything I just couldn't doAnd I've hurt myself, oh
If I had just one more dayI would tell you how much that I've missed youSince you've been away
Oh, it's dangerousIt's so out of lineTo try and turn back time
I'm sorry for blaming youFor everything I just couldn't doAnd I've hurt myselfBy hurting you
Oke, udah liat liriknya? udah paham? Hehehe, silahkan check out lagu kedua.
Lagu ini judulnya Disappear , dinyanyikan oleh Beyonce.
If I beg and if I cry would it change the sky tonight?Will it give me sunlight?Should I wait for you to call? Is there any hope at all?Are you drifting by?
When I think about it I know that I was never held or even caredThe more I think about it the less that I was able to share with youI try to reach for you, I can almost feel youYou're nearly here and then
You disappear(Disappear, disappear, disappear)You disappear(Disappear, disappear, disappear)
And then I lie all by myself, I see your face, I hear your voiceMy heart stays faithfulAnd time has come and time has passed, if it's good, it's got to lastIt feels so right
When I think about it I know that I was never held or even caredThe more I think about it the less that I was able to share with youI try to reach for you, I can almost feel youYou're nearly here and then
You disappear(Disappear, disappear, disappear)You disappear(Disappear, disappear, disappear)You, you disappear(Disappear, disappear, disappear)You disappear
I missed all the signs one at a timeYou were readyWhat did I know starting our livesNo, my love I'm ready to shine
When I think about it I know that I was never held or even caredThe more I think about it the less that I was able to share with youI try to reach for you, I can almost feel youYou're nearly here and then
You disappear, you disappearYou disappear, you disappear, disappear
Nah, selanjutnya, kalian sajalah yang mengartikan kedua lagu ini ya :D
Aku cma sharing kok :)
Best Regrads ,
Bunga ! :))
Rabu, 20 Juni 2012
Kepercayaan
Oke , kali ini aku ngeposting hal yang menjadi sedikit masalah ku pada hari-hari belakangan ini.
KEPERCAYAAN = TRUST = BELIEVE
Kenapa sih kepercaayaan itu mahal harganya?
Jelas, ketika kita percaya sama orang lain, orang lain pun akan percaya kepada kita ,
Jelas, ketika kita percaya sama orang lain, orang lain pun akan percaya kepada kita ,
kita pertama-tama mungkin hanya dipercaya pada hal kecil ,
tetapi ketika hal kecil aja kita mampu untuk dipercaya oleh orang lain ,
kita akan dikasih kepercayaan untuk hal-hal yang lebih besar,
misal : UANG :p
Ya, semakin kita mampu dipercaya, semakin kita diberi hal-hal yang lebih besar ,
Kalau mengutip kata-kata di Alkitab (agak religius dulu yah, hihihihi) , kalau kita mampu dalam perkara-perkara kecil, maka kita akan diberi perkara-perkara besar.
Bukan karna kita ingin dicobai seberapa hebat dalam menjaga kepercayan , tapi kita ingin meningkatkan kualitas rasa tanggung jawab dan percaya kita kan ? :)
Nah, aku baru aja ngalamin hal yang berhubungan dengan betapa berharganya kepercayaan itu ,
kepercayaan itu hal paling berharga yang bahkan nggak mampu dibeli dengan uang manapun di dunia ini ,
itulah sebabnya mengapa ketika kepercayaan hilang kita nggak mampu menggantinya atau membelinya kembali , atau mungkin nggak mampu sempurna seperti semula , dia memiliki banyak kekurangan disana-sini apabila pernah kena 'badai' :D
Dan tadi, ketika ada orang yang meragukan aku, dan mulai tidak percaya samaku, meskipun dia nggak mengucapkan secara langsung, aku merasa sangat terpukul , dan down.
Rasanya kaya udah membangun sebuah bangunan yang kita harapkan tumbuh dengan kuat kokoh dan besar, yang kita bangun dengan mengorbankan keringat materi dan darah , namun rubuh hanya karena badai yang nggak terprediksi .
atau entahlah, aku agak lemah dalam membandingkan :p
Yang pasti, seperti yang semua orang udah tau , membangun kepercayaan itu adalah hal yang sangaaaat susah , susaaaah kali ,
bahkan banyak orangtua yang belum mampu untuk memberi kepercayaan kepada anak-anaknya , padahal ketika semakin dewasa seseorang, kebutuhan akan rasa dipercayai dan mempercayai orang itu akan semakin besar,
itu sebabnya banyak anak yang tumbuh tanpa kepercayaan dari orangtua akan susah menjalani hidup, dia akan susah untuk mempercayai orang lain, susah dipercaya juga , karena dia nggak pernah mendapatkan apa itu kepercayaan.
Pelajaran ku hari ini adalah bahwa hidup itu harus selalu berhati-hati ,
kadang kita nggak akan tau bahwa hal-hal yang luput dari pandangan kita justru membuat kita hilang kepercayaan dari orang lain ,
kita seringkali merencanakan sesuatu , tapi hal-hal yang justru kita sepelekan, sering kali membuat semua hal yang udah direncanakan atau direvisi ,
kita sering kali menyangka sesuatu yang nggak masuk akal dan nggak ada itu adalah kebohongan, tapi hal ini nggak berlaku kalau kita punya RASA PERCAYA.
Lihat betapa hebatnya rasa percaya itu !
Dia membuat kita yakin dengan hal-hal yang nggak nyata secara inderawi kita ,
Dia membuat kita yakin dengan hal-hal yang belum ada ,
Dia membuat kita yakin bahwa ada hal-hal lebih besar yang sedang menanti kita ,
Dia membuat kita memiliki teman, sahabat, dan nggak merasa sendirian di dunia ini dan menyimpan dendam ,
Karena dengan kepercayaan, kita membangun harapan, karena dengan harapan, kita merajut mimpi, karena dengan mimpi, kita mampu mengubah banyak hal menjadi lebih baik :)
Mulai hari ini, aku janji pada diriku sendiri bahwa aku harus menjaga dengan sangaaaat baik kepercayaanku, apapun, baik kepercayaan dalam Agama, dalam hubunganku dengan orangtua, dalam hubunganku dengan sahabat-sahabatku , dan orang-orang lain disekitar ku.
Hilang kepercayaan itu, percaya deh , rasanya kau doooown dan ingin punya kekuatan untuk merubah waktu, merubah keadaan , dan makin nyesal karna nggak bisa sama sekali.
Belajar mempercayai orang lain itu indah, dipercaya orang lain itu anugerah , mampu menjaga kepercayaan adalah usaha :)
Oke, sekarang, buat janji untuk diri sendiri yuk ,
kita harus belajar mempercayai orang lain, belajar menyiapkan hati ketika orang lain justru menghianati kepercayaan kita, dan belajar untuk memegang tanggungjawab sebagai kepercayaan orang lain :D
Setiap hari, kita harus selalu semakin baik, bukan?
*Best Regrads
*Best Regrads
Bunga ! :))
Minggu, 17 Juni 2012
Tertekan
Yaaah, saya kembali dengan membawa curhatan baru :D
nggak tau apa yang terjadi samaku hari ini ,
dan belakangan ini tepatnya .
Semua orang seakan 'mendesak' ku untuk melakukan sesuatu karena mereka nggak bisa ngelakuin hal itu .
Paham nggak maksudku?
Contoh gampangnya gini aja sih ,
kalau dulu misalnya ada seorang Ibu yang berbakat di tari namun nggak bisa melanjutkan mimpinya untuk menari karena sakit ,
nah, setelah dia memiliki seorang anak, dia akan 'mendesak' anaknya untuk bisa menari sepertinya dan meneruskan usahanya yang 'terhambat' dulu ...
Ya, kalau anaknya juga berbakat dan berminat di bidang tari ,
kalau nggak, sang Ibu artinya memaksakan kehendak bukan?
Kayak gitulah yang aku rasain sekarang ,
bukan, bukan dari orangtua ku , aku merasakan hal kayak gitu
Justru orang lain yang melakukan hal itu padaku ...
Banyak orang yang selalu menganggap kita nggak tau mana hal yang baik mana yang buruk ,
Ada orang yang memiliki persepsi bahwa apapun itu, semua yang berusia lebih muda pasti tidak bijak ,
tapi ilmu mana yang mengatakan hal kayak gitu kan ?
Beberapa orang hari-hari ini telah melakukan 'desakan' padaku karena mereka tidak mampu melakukan sesuatu hal , akulah yang harus melakukan hal itu ,
Entah demi apa aku juga nggak ngerti ,
Sebenarnya, aku melakukan apa yang mereka desak juga nggak akan berpengaruh banyak bagi hajat hidup mereka ,
Tapi kenapa aku dipaksa padahal aku nggak ingin? Kenapa aku 'harus' melakukan hal yang nggak bisa mereka lakukan padahal apa yang mereka lakukan itu hal yang kurang aku sukai?
Dan kenapa semua orang selalu beranggapan 'kurang baik' padaku?
Apa sih ya, rasanya jadi orang baik aja nggak pernah cukup ,
kita harus jadi orang yang sangaaaat baik, harus jadi orang yang sangaaaat sabar , harus jadi orang yang sangaaaat ikhlas :')
Aku lelah :|
nggak, mungkin aku nggak akan depresi lagi :p
Tapi aku nggak ingin menghindar, karena kalaupun dihadapi, mereka nggak bisa ngerti,
Mereka nggak paham kalau aku itu berbeda,
Mereka nggak ngerti kalau aku itu nggak sama dengan orang pada umumnya ..
Ya, oranglain mungkin akan mau ngapain aja asal ngedapatin sesuatu karena gratisan,
aku juga menyukai gratisan, TAPI kalau aku sampai ngelakuin hal yang nggak aku sukai dan bukan 'aku' banget, mau gratis apapun itu namanya, aku nggak akan mau ...
Nggak. Dan aku cukup keras kepala di sini.
Atau mungkin sangat berprinsip.
Ya, ketika orang lain melarangku melakukan sesuatu yang mereka PIKIR aku nggak akan mampu, aku nggak mau berhenti hanya karena persepsi mereka ,
Aku MAMPU , dan pasti mampu , karena itulah aku nggak suka dengan orang yang selalu mengunderestimate orang lain,
seberapa tahu sih kita kemampuan orang lain itu seberapa?
Bahkan orangtua yang mengenal kita dari bayi aja nggak akan selalu paham kita mampunya apa, kita bisanya apa ...
Dan, beberapa hal yang aku paling nggak suka :
Tipe orang yang ngaret, yang terlalu santai ,
Tipe orang yang nyari kambing hitam,
dan tipe orang yang selalu mengeluh dimana pun.
Dan seminggu ini rasanya aku selalu bertemu dengan orang-orang seperti ini ...
Aku lelah :|
Aku diam, tapi hatiku nggak baik...
Ah, sudahlah :)
Kalau udah merasa depresi ini, satu-satunya jalan yang paling ampuh adalah mendekat sama Tuhan, berdoa, dan yakin kalau Dia mampu melegakan dan memberi jalan :')
Kaya lagu-nya Dewa19 :
Bunga :))
nggak tau apa yang terjadi samaku hari ini ,
dan belakangan ini tepatnya .
Semua orang seakan 'mendesak' ku untuk melakukan sesuatu karena mereka nggak bisa ngelakuin hal itu .
Paham nggak maksudku?
Contoh gampangnya gini aja sih ,
kalau dulu misalnya ada seorang Ibu yang berbakat di tari namun nggak bisa melanjutkan mimpinya untuk menari karena sakit ,
nah, setelah dia memiliki seorang anak, dia akan 'mendesak' anaknya untuk bisa menari sepertinya dan meneruskan usahanya yang 'terhambat' dulu ...
Ya, kalau anaknya juga berbakat dan berminat di bidang tari ,
kalau nggak, sang Ibu artinya memaksakan kehendak bukan?
Kayak gitulah yang aku rasain sekarang ,
bukan, bukan dari orangtua ku , aku merasakan hal kayak gitu
Justru orang lain yang melakukan hal itu padaku ...
Banyak orang yang selalu menganggap kita nggak tau mana hal yang baik mana yang buruk ,
Ada orang yang memiliki persepsi bahwa apapun itu, semua yang berusia lebih muda pasti tidak bijak ,
tapi ilmu mana yang mengatakan hal kayak gitu kan ?
Beberapa orang hari-hari ini telah melakukan 'desakan' padaku karena mereka tidak mampu melakukan sesuatu hal , akulah yang harus melakukan hal itu ,
Entah demi apa aku juga nggak ngerti ,
Sebenarnya, aku melakukan apa yang mereka desak juga nggak akan berpengaruh banyak bagi hajat hidup mereka ,
Tapi kenapa aku dipaksa padahal aku nggak ingin? Kenapa aku 'harus' melakukan hal yang nggak bisa mereka lakukan padahal apa yang mereka lakukan itu hal yang kurang aku sukai?
Dan kenapa semua orang selalu beranggapan 'kurang baik' padaku?
Apa sih ya, rasanya jadi orang baik aja nggak pernah cukup ,
kita harus jadi orang yang sangaaaat baik, harus jadi orang yang sangaaaat sabar , harus jadi orang yang sangaaaat ikhlas :')
Aku lelah :|
nggak, mungkin aku nggak akan depresi lagi :p
Tapi aku nggak ingin menghindar, karena kalaupun dihadapi, mereka nggak bisa ngerti,
Mereka nggak paham kalau aku itu berbeda,
Mereka nggak ngerti kalau aku itu nggak sama dengan orang pada umumnya ..
Ya, oranglain mungkin akan mau ngapain aja asal ngedapatin sesuatu karena gratisan,
aku juga menyukai gratisan, TAPI kalau aku sampai ngelakuin hal yang nggak aku sukai dan bukan 'aku' banget, mau gratis apapun itu namanya, aku nggak akan mau ...
Nggak. Dan aku cukup keras kepala di sini.
Atau mungkin sangat berprinsip.
Ya, ketika orang lain melarangku melakukan sesuatu yang mereka PIKIR aku nggak akan mampu, aku nggak mau berhenti hanya karena persepsi mereka ,
Aku MAMPU , dan pasti mampu , karena itulah aku nggak suka dengan orang yang selalu mengunderestimate orang lain,
seberapa tahu sih kita kemampuan orang lain itu seberapa?
Bahkan orangtua yang mengenal kita dari bayi aja nggak akan selalu paham kita mampunya apa, kita bisanya apa ...
Dan, beberapa hal yang aku paling nggak suka :
Tipe orang yang ngaret, yang terlalu santai ,
Tipe orang yang nyari kambing hitam,
dan tipe orang yang selalu mengeluh dimana pun.
Dan seminggu ini rasanya aku selalu bertemu dengan orang-orang seperti ini ...
Aku lelah :|
Aku diam, tapi hatiku nggak baik...
Ah, sudahlah :)
Kalau udah merasa depresi ini, satu-satunya jalan yang paling ampuh adalah mendekat sama Tuhan, berdoa, dan yakin kalau Dia mampu melegakan dan memberi jalan :')
Kaya lagu-nya Dewa19 :
Hadapi dengan senyuman , semua yang terjadi biar terjadi
Hadapi dengan tenang jiwa , SEMUA KAN BAIK-BAIK SAJA
Bila ketetapan Tuhan sudah ditetapkan tetaplah sudah
Tak ada yang bisa merubah, dan takkan bisa berubah
Relakanlah saja ini , bahwa semua yang TERBAIK
Terbaik untuk kita semua, MENYERAHLAH UNTUK MENANG
Best Regrads!
Bunga :))
Minggu, 15 April 2012
curhat :D
Mungkin mereka dan orang-orang yang lain nggak mengerti dengan jalan pikiran ku yang ribet, apalagi dia yang ku anggap sahabat itu .. Sebelumnya, aku udah cerita soal aku dan sahabatku yang jelas sangaaaaat berbeda. Mungkin awalnya ini menjadi sedikit ketidakenakan di antara kami. Aku yang terlalu care, yang terlalu banyak memberi perhatian, mersa kadang-kadang kalau dia terlalu cuek. Sifat yang kaya gini juga ternyata buat dia nggak enak. Aku selalu mencoba untuk berubah menjadi orang yang bisa sedikit cuek , tapi aku nggak tahu gimana mengaplikasikannya ke dalam persahabatan ini :'(
Aku udah anggap dia sahabat, lebih malah, udah kayak keluarga , jadi nggak ada perhitungan apa-apa lagi dengan dia , nggak mikir apa yang aku kasih itu berlebihan atau nggak , sebisa mungkin , kalau aku punya, aku bisa ngasih , dia ingin, dia senang, aku berikan . Segitu sayangnya aku dengan orang lain yang bahkan sama sekali nggak punya hubungan darah denganku :'( Kenapa? Aku paling merasa nyaman dengan dia , serius, nggak tahu gimana , aku selalu bisa terbuka tentang apapun yang ku pikir, apapun yang kurasa dalam hatiku , secara gamblang cuma sama dia. Aku orangnya introvert . Aku bisa punya banyak teman, tapi untuk bisa jadi dekat dan segitu percayanya aku kepada orang, aku hanya buat ke dia :'(
Aku yang udah pisah jarak dengannya , awalnya selalu merasa aneh dan kelabakan. Dulu, ketika masih sama-sama , aku dan dia itu bisa tiap hari bareng. Bisa ketemu di sekolah, bimbingan bareng , atau main ke rumahku , jalan-jalan, sms.an, telponan , kebayang nggak tiba-tiba harus jauh, tiba-tiba punya jadwal yang berbeda jauh , yang ketika sms.an aja gak bisa lagi kapanpun, ketika telponan harus permisi dan buat jadwal dulu , yang kalau ketemu di dunia maya pun nggak bisa ..
Selalu aku coba untuk ngerti , ketika aku sedih , aku nggak bisa langsung sms dia atau nelpon dia , aku bukannya ngga nyari teman di sini, aku nyari dan aku punya beberapa , tapi untuk dekat dan menceritakan semua serta percaya pada orang lain itu adalah hal yang ku lakukan dengan sangat hati-hati , aku nggak bisa langsung terbuka pada siapapun , apalagi kalau aku nggak nemuin rasa nyaman pada orang tersebut. Dan sampai sekarang pun aku selalu anggap dia orang yang paham aku , apa adanya , busuk-busuk ku , apa yang aku fikirkan , bahkan dia orang yang mungkin udah paham kali dengan reaksi yang akan ku lakukan jika ngalamin hal tertentu :')
Hal yang au benci dari diriku adalah , aku terlalu baik sama dia. Aku terlalu nggak bisa marah sama dia. Aku kecewa sama diriku sendiri. Kecewa sekali ...
Aku pasti khawatir kalau twitnya hanya bilang dia lagi pusing , aku pasti khawatir kalau statusnya mulai sedikit aneh , dan aku terlalu berlebihan rasanya T.T
jangan tanya kenapa aku kayak gini , aku juga gak bisa jelasin . Apakah ini wajar untuk persahabatan? Aku kira juga dulu aku berlebihan, mungkin aku menyimpang, tapi nggak kok, aku masih lebi suka liat cowok daripada dia . HAAHA :D Rasa sayangnya itu nggak bisa dijelasin , serius , gimana sayangnya aku sama keluargaku , kaya gitulah ku buat ...
Tapi aku memang terlalu berlebihan yaaa :'(
Aku mungkin anggap dia adalah sahabat yang mungkin nggak bisa tergantikan , tapi bagi dia , aku ini apa? Sama kah? sahabat yang nggak bisa tergantikan? entah. Dia orang yang lebih gampang untuk berteman, dia orang yang lebih gampang untuk bersosial, dia orang yang lebih gampang untuk punya sahabat baru...
Ketika kami hanya bisa bertemu mungkin untuk dua kali dalam setahun, dia bertemu dengan teman-teman barunya setiap hari , sehari bisa lebih dari 4 jam , dan dia jelas lebih banyak berinteraksi dengan mereka kan? :''
Nggak susah untuk membuat persahabatan baru kayak gitu ...
Jadi, apakah persahabatan itu akan erat hanya ketika berada dalam jarak dekat , ketika kita mampu untuk melihat satu sama lain, ketika kita bisa menghapus air mata satu sama lain dan menertawakan hal yang nggak penting yang sama? :'(
Aku belum pernah punya pacar dan menjalani hubungan jarak jauh, tapi bersahabat yang gini aja, aku udah merasa betapa rapuhnya dua orang yang pernah dekat dan menyayangi harus dipisahkan oleh jarak ... Menyakitkan :"
Bukan, bukannya aku nggak percaya dia , aku cuma nggak percaya pada diriku sendiri, aku nggak yakin dengan sifatku , apakah aku mampu untuk tetap seperti kami dekat dulu, apakah aku mampu untuk bisa pahami dia seperti selama ini, apakah aku mampu untuk nggak lelah selalu meneleponnya untuk menanyakan kabarnya, dengar ceritanya, menceritakan hariku , dan berkorban pulsa? Apakah aku bisa tetap untuk nggak merasa iri dengan teman-teman barunya? Aku ini terlalu rapuuuh :'(
Aku hanya nggak ingin sifatku yang jelek ini berpengaruh kepada persahabatan kami :(
Aku nggak ingin ...
Aku nggak mau selalu mengalami pergulatan batin ketika hendak mengirim sms , aku nggak mau selalu merasa sungkan lalu mempersiapkan hati untuk menerima penolakannya ketika aku ingin menelepon, aku nggak ingin rasa iri itu ada di hatiku ...
Untuk itu makanya aku pikir cara yang paling baik adala buat dia benci dan lupa aku :'(
Tapi emang dia dasar orangnya sangaaaaaaaat baik, dia nggak mau benci aku. Entahlah, entah dia sebenarnya bisa benci aku tapi nggak mau , atau sebenarnya dia nggak bisa benci. Kalau aku, aku nggak bisa. Aku nggak ingin. Tapi aku juga gamau jadi orang yang jahat dan bergumul tiap hari karena itu :(
Aku nggak bisa duluan membencinya, karena memang nggak pernah dia buat aku sakit hati , nggak tahu bilangnya, dia itu baiiiiiiiiiiik kali , makanya aku selalu ingin buat dia tertawa, buat dia senyum , selagi aku bisa aku ingin penuhin apa yang dia inginkan ... Dan aku nggak akan pernah bisa benci dia ;'( Dan nggak mau :"(
Dan aku bingung ketika dia nggak bisa membenci ku padahal aku ingin dia benci aku, supaya aku juga bisa lupaaa :(
Dia nggak akan bisa paham dengan pemikiranku ini , mungkin , karena kaya yang udah aku bilang , sifat dan pemikiran kami tentang sesuatu bisa sangaaaaaaaaaaaat berbeda ..
Aah , aku bingung :|
Aku udah anggap dia sahabat, lebih malah, udah kayak keluarga , jadi nggak ada perhitungan apa-apa lagi dengan dia , nggak mikir apa yang aku kasih itu berlebihan atau nggak , sebisa mungkin , kalau aku punya, aku bisa ngasih , dia ingin, dia senang, aku berikan . Segitu sayangnya aku dengan orang lain yang bahkan sama sekali nggak punya hubungan darah denganku :'( Kenapa? Aku paling merasa nyaman dengan dia , serius, nggak tahu gimana , aku selalu bisa terbuka tentang apapun yang ku pikir, apapun yang kurasa dalam hatiku , secara gamblang cuma sama dia. Aku orangnya introvert . Aku bisa punya banyak teman, tapi untuk bisa jadi dekat dan segitu percayanya aku kepada orang, aku hanya buat ke dia :'(
Aku yang udah pisah jarak dengannya , awalnya selalu merasa aneh dan kelabakan. Dulu, ketika masih sama-sama , aku dan dia itu bisa tiap hari bareng. Bisa ketemu di sekolah, bimbingan bareng , atau main ke rumahku , jalan-jalan, sms.an, telponan , kebayang nggak tiba-tiba harus jauh, tiba-tiba punya jadwal yang berbeda jauh , yang ketika sms.an aja gak bisa lagi kapanpun, ketika telponan harus permisi dan buat jadwal dulu , yang kalau ketemu di dunia maya pun nggak bisa ..
Selalu aku coba untuk ngerti , ketika aku sedih , aku nggak bisa langsung sms dia atau nelpon dia , aku bukannya ngga nyari teman di sini, aku nyari dan aku punya beberapa , tapi untuk dekat dan menceritakan semua serta percaya pada orang lain itu adalah hal yang ku lakukan dengan sangat hati-hati , aku nggak bisa langsung terbuka pada siapapun , apalagi kalau aku nggak nemuin rasa nyaman pada orang tersebut. Dan sampai sekarang pun aku selalu anggap dia orang yang paham aku , apa adanya , busuk-busuk ku , apa yang aku fikirkan , bahkan dia orang yang mungkin udah paham kali dengan reaksi yang akan ku lakukan jika ngalamin hal tertentu :')
Hal yang au benci dari diriku adalah , aku terlalu baik sama dia. Aku terlalu nggak bisa marah sama dia. Aku kecewa sama diriku sendiri. Kecewa sekali ...
Aku pasti khawatir kalau twitnya hanya bilang dia lagi pusing , aku pasti khawatir kalau statusnya mulai sedikit aneh , dan aku terlalu berlebihan rasanya T.T
jangan tanya kenapa aku kayak gini , aku juga gak bisa jelasin . Apakah ini wajar untuk persahabatan? Aku kira juga dulu aku berlebihan, mungkin aku menyimpang, tapi nggak kok, aku masih lebi suka liat cowok daripada dia . HAAHA :D Rasa sayangnya itu nggak bisa dijelasin , serius , gimana sayangnya aku sama keluargaku , kaya gitulah ku buat ...
Tapi aku memang terlalu berlebihan yaaa :'(
Aku mungkin anggap dia adalah sahabat yang mungkin nggak bisa tergantikan , tapi bagi dia , aku ini apa? Sama kah? sahabat yang nggak bisa tergantikan? entah. Dia orang yang lebih gampang untuk berteman, dia orang yang lebih gampang untuk bersosial, dia orang yang lebih gampang untuk punya sahabat baru...
Ketika kami hanya bisa bertemu mungkin untuk dua kali dalam setahun, dia bertemu dengan teman-teman barunya setiap hari , sehari bisa lebih dari 4 jam , dan dia jelas lebih banyak berinteraksi dengan mereka kan? :''
Nggak susah untuk membuat persahabatan baru kayak gitu ...
Jadi, apakah persahabatan itu akan erat hanya ketika berada dalam jarak dekat , ketika kita mampu untuk melihat satu sama lain, ketika kita bisa menghapus air mata satu sama lain dan menertawakan hal yang nggak penting yang sama? :'(
Aku belum pernah punya pacar dan menjalani hubungan jarak jauh, tapi bersahabat yang gini aja, aku udah merasa betapa rapuhnya dua orang yang pernah dekat dan menyayangi harus dipisahkan oleh jarak ... Menyakitkan :"
Bukan, bukannya aku nggak percaya dia , aku cuma nggak percaya pada diriku sendiri, aku nggak yakin dengan sifatku , apakah aku mampu untuk tetap seperti kami dekat dulu, apakah aku mampu untuk bisa pahami dia seperti selama ini, apakah aku mampu untuk nggak lelah selalu meneleponnya untuk menanyakan kabarnya, dengar ceritanya, menceritakan hariku , dan berkorban pulsa? Apakah aku bisa tetap untuk nggak merasa iri dengan teman-teman barunya? Aku ini terlalu rapuuuh :'(
Aku hanya nggak ingin sifatku yang jelek ini berpengaruh kepada persahabatan kami :(
Aku nggak ingin ...
Aku nggak mau selalu mengalami pergulatan batin ketika hendak mengirim sms , aku nggak mau selalu merasa sungkan lalu mempersiapkan hati untuk menerima penolakannya ketika aku ingin menelepon, aku nggak ingin rasa iri itu ada di hatiku ...
Untuk itu makanya aku pikir cara yang paling baik adala buat dia benci dan lupa aku :'(
Tapi emang dia dasar orangnya sangaaaaaaaat baik, dia nggak mau benci aku. Entahlah, entah dia sebenarnya bisa benci aku tapi nggak mau , atau sebenarnya dia nggak bisa benci. Kalau aku, aku nggak bisa. Aku nggak ingin. Tapi aku juga gamau jadi orang yang jahat dan bergumul tiap hari karena itu :(
Aku nggak bisa duluan membencinya, karena memang nggak pernah dia buat aku sakit hati , nggak tahu bilangnya, dia itu baiiiiiiiiiiik kali , makanya aku selalu ingin buat dia tertawa, buat dia senyum , selagi aku bisa aku ingin penuhin apa yang dia inginkan ... Dan aku nggak akan pernah bisa benci dia ;'( Dan nggak mau :"(
Dan aku bingung ketika dia nggak bisa membenci ku padahal aku ingin dia benci aku, supaya aku juga bisa lupaaa :(
Dia nggak akan bisa paham dengan pemikiranku ini , mungkin , karena kaya yang udah aku bilang , sifat dan pemikiran kami tentang sesuatu bisa sangaaaaaaaaaaaat berbeda ..
Aah , aku bingung :|
Langganan:
Postingan (Atom)




.jpg)


