Tampilkan postingan dengan label kecewa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kecewa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 April 2013

-Absurd-

Pernah merasa sedih tapi nggak tahu sebabnya?
Oke, well, tulisan singkat bin ajaib yang tiba-tiba ada setelah blog ini mati suri adalah : saya sedang merasakan itu sekarang ~
Lalalala ~
Sebenarnya sih nggak ada masalah atau apapun yang mungkin menyebabkan saya bisa megap-megap pengen nangis. Nggak ada sih~
Tapi rasanya pengen aja, kayak lagi gapunya teman yang diajak berbagi pikiran dan cerita.
Saat-saat kayak ginilah baru mendekat banget sama Tuhan, karena Dia yang bisa meluangkan waktu anytime buat dengarin cerita tanpa menceritakan diriNya balik dan tidak membalikkan cerita dengan fokus pada diriNya :'D

Ah, ada banyak hal yang perlu berubah dari lingkungan sekitarku karena aku juga berubah dan merasa perubahanku sudah jauh meninggalkan perubahan sekitarku. Setidaknya aku butuh orang yang berada pada level perubahan yang sama supaya nyambung, supaya ngerti dan paham apa yang sedang aku pikirkan, apa yang aku pikirkabn untuk masa depan, dan memberikan suipport yang cocok untuk keadaan ku sekarang . Hahaha -_- *berle banget nih aku*

Yang pasti, aku ngerasa gap yang jauh banget sama teman-teman, khususnya mereka yang aku anggap dekat. Aku nggak pernah berubah menjadi idealis, aku cuma sekarang lebih prinsipil. Mungkin ini yang menyebabkan aku terlihat jauh dari mereka, karena aku nggak lagi membiarkan hidupku mengalir seperti air dan terlalu hanyut dalam kehidupan indah dunia remaja yang akan segera berakhir ini . Huft. Ini susahnya :/ Susah pake bangeeeeet >.<

Sudahlah, aku harus bisa semangat dalam hidupku, mau apapun yang orang katakan, siapapun mereka yang nggak peduli samaku, aku harus tetap semangaaaat !

Yak, post yang sangat singkat dan absurd ini berakhir disini :p

Selasa, 10 April 2012

Kecewa

Akhirnya ngisi blog lagi setelah sekian lama.
Eum well , kegiatan kampus dan tugas menumpuk akhir-akhir ini , jadi waktu untuk mengisi blog ini sedikit kehambat ,
:)

Tau lagu Bunga Citra Lestari yang 'Kecewa'?
" Ku ingin marah, melampiaskan. Tapi ku hanyalah sendiri disini. ingin ku tunjukkan pada siapa saja yang ada bahwa hatiku kecewa" 

Seperti itulah rasanya kecewa. Kecewa itu hasil manifestasi dari tidak sesuainya harapan dengan kenyataan, bahwa apa yang kita bayangkan itu seringkali terasa setingkat lebih indah daripada kenyataan. Manusiawi yah kalau kita menginginkan hal-hal yang sangat baik, tapi kadang kemampuan adalah penghalangnya :)

Kenapa saya bicara tentang kecewa? ya, mungkin karena saya dikecewakan oleh sahabat saya hari ini. Saya menaruh harapan yang besar padanya, sebagai orang yang udah ngenal dia kurang lebih 3 tahun, ternyata saya masih belum memahaminya.
Saya memberikan harapan-harapan saya padanya, tapi nyatanya harapan itu cuma sekedar. Bersahabat dengannya membuat saya berpikir bahwa dia adalah orang yang berbeda dengan saya, ketika saya bersifat mellow, dia adalah orang yang lebih optimis, ketika saya adalah tipe orang yang kurang menghargai sesuatu, dia setidaknya lebih baik dari saya, ketika saya berpikir bahwa dia adalah orang yang memegang prinsip teguh, nyatanya tidak. tidak. tidak.

Saya kecewa, jelas saja. Tapi saya nggak bisa terang-terangan mengatakan bahwa saya kecewa. Saya sendiri bukan yang telah menilai dan memberi harapan kepadanya? Bukan dia yang menyuruh saya memberi harapan, tapi saya sendiri, dan saya nggak bisa marah kepada siapa-siapa kecuali membiarkan diri saya menyesali harapan-harapan itu. tapi bukankah harapan adalah tiang untuk menyangga hidup agar lebih bergairah? Kenapa harapan saya kepadanya jadi menimbulkan rasa kecewa? :(

Tapi seperti lirik lagu di atas itu, saya nggak bisa marah padahal saya ingin. Ingin memarahi siapa? Nggak ada kan? Saya sendiri lah yang udah membentuk harapan itu, dan saya nggak tau harus menyesali atau nggak. Lantas ketika saya kecewa, saya merasa nggak pantas untuk menunjukkannya, karena sayalah penyebab sebenarnya kekecewaan ini..

Kecewa itu sakit, karena dia hanya bisa menusuk satu tempat, yaitu hati kita sendiri. Ketika kita nggak bisa berbuat apa-apa untuk memperbaiki kekecewaan itu, malah berdampak lebih sakit untuk pribadi yang telah di kecewakan .