Jumat, 04 Mei 2012

Psikologi Faal 2

Pada post ini, saya akan membahas tentang jaringan syaraf. 
Jaringan syaraf adalah sarana yang akan menghantarkan dan menerima setiap ransangan yang kita terima dari alat indera untuk dipersepsi dan diinterpretasikan. Jadi perilaku kita sangat jelas kaitannya dengan jaringan syaraf ini. Itulah sebabnya mengapa Psikologi juga mempelajari jaringan syaraf. 


KOMPONEN SISTEM SYARAF
Jaringan Syaraf : menerima ransang dari dalam dan dari luar kemudian mengolah info agar menghasilkan respon yang sesuai
Susunan jaringan syaraf :
·         Sel Neuron : unit dasar dari sistem syaraf , yang berfungsi untuk menerima informasi dan mentransmisikannya ke sel-sel lain .
·         Sel Glia (neuroglia) : berfungsi sangat banyak , seperti sebagai pelindung, pendukung, pemberi makan sel syaraf, regenerasi sel , melakukan pertukaran zat kimia dengan neuron yang ada di dekatnya, namun tidak mentransmisikan informasi.

NEURON
Sifat neuron adalah untuk memacu/mempercepat penghantaran impuls (eksitesi) dan memperlambat proses penghantaran impuls (inhibitasi)

Gambar Neuron : 


Fungsi-fungsi bagian neuron :
ü  Dendrit : merupakan perluasan dari badan sel yang pendek, yang merupakan penerimaan informasi dari neuron lain dan mengantarkan informasi ke badan sel.
ü  Badan sel , dilapisi oleh Membran Sel sebagai struktur pemisah antara bagian dalam sel dengan luar sel yang hanya dapat dilewati oleh air, oksigen, karbon dioksida, urea, ion natrium, ion kalsium, ion kalium, dan ion klorida.
Badan sel terdiri dari banyak komponen :
                                 i.     Inti Sel (nukleus) sebagai tempat penyimpanan informasi genetik [DNA]
                               ii.  Mitokondrion (mitokondria) sebagai tempat melakukan metabolisme sel, yang membutuhkan oksigen
                    iii. Ribosom sebagai tempat sintesis protein baru yang membantu untuk membentuk dan memperbaiki sel
                             iv.   Retikulum Endoplasma sebagai transportasi protein yang telah disintesis
ü  Akson : cabang panjang yang berfungsi untuk menyampaikan impuls/informasi dari badan sel ke sel lain, ke otot, atau ke kelenjar.
o   Selubung Mielin : melapisi akson
o   Nodus Ranvier : celah-celah kecil yang terdapat pada selubung mielin yang berfungsi untuk mempercepat jalannya impuls
o   Sel Schwann : membentuk selubung mielin, dan berfungsi pada regenerasi sel

Ujung akson adalah bagian yang membesar, yang disebut dengan BUTTON atau BOUTON, atau ENDBULB , merupakan tempat pelepasan zat kimia yang menyebrangkan impuls ke neuron lain. Ujung akson ini membentuk terminal presinaptik (mengirimkan impuls) , dan mengirim impuls ke terminal postsinaptik (menerima impuls).

Neuron satu sama lain tidak saling menempel, tapi hanya saling mendekati, jadi impuls dari neuron ke neuron lain dihubungkan dengan menggunakan neurotransmitter (senyawa kimia yang berada di endbulb) . 

Jenis-Jenis Neuron :
1.       Menurut Ukuran Sel
§  Neuron Kecil
§  Neuron Sedang
§  Neuron Besar
2.       Menurut Fungsinya
§  Neuron sensorik (aferen) membawa impuls dari alat sensoris ke pusat susunan syaraf
§  Neuron motorik (eferen) membawa sinyal yang keluar dari pusat susunan syaraf ke saraf motorik seperti otot dan kelenjar
§  Interneuron , menerima impuls dari neuron sensoris dan mengirim ke interneuron lain atau ke neuron motorik
3.       Menurut Jumlah Cabang
§  Neuron Unipolar : memiliki satu cabang pada badan sel kemudian terbelah menjadi dua cabang, akson dan neuron, membentuk huruf T
§  Neuron Bipolar : memiliki satu dendrit dan satu akson pada masing-masing sisi berlawanan
§  Neuron Multipolar : memiliki 1 dendrit dengan akson yang panjang, bentuk syaraf yang paling umum



Sinapsis : adalah hubungan atau titik kontak antara satu neuron dengan neuron lainnya .
a.       Aksonsomatik : akson yang menempel pada badan sel
b.      Aksoaksonik : akson yang menempel pada akson neuron lain
c.       Aksodendritik : akson yang menempel pada dendrit neuron lain
d.      Dendrodendritik : dendrit yang menempel pada dendrit neuron lain

NEUROGLIA
Fungsi dari neuroglia :
o   Memberi energi pada syaraf yang membutuhkan
o   Memberi batas antara sel syaraf satu dengan yang lain
o   Melindungi sel syaraf dari kerusakan dan keracunan
o   Membersihkan sel syaraf dari sel-sel yang mati
o   Mengarahkan pertumbuhan akson yang baru
o   Melindungi agar darah yang terinfeksi penyakit tidak sampai ke otak

Tipe-tipe Glia :
ü  Astrosit : berbentuk bintang, membungkus terminal presinaptik sekelompok akson yang berfungsi sama.
ü Mikroglia : berfungsi untuk menyingkirkan kotoran, virus, fungi, dan mikroorganisme lain yang berfungsi layaknya imun
ü Oligodendrosit : bekerjasama dengan Sel Schwann untuk membentuk selubung mielin. Terletak pada saraf pusat, sedangkan Sel Schwann terletak pada saraf tepi
ü  Glia Radial : memandu perpindahan neuron dan pertumbuhan akson dan dendrit 


SAWAR DARAH OTAK .
                Adalah mekanisme yang menghalangi virus, bakteri, dan zat kimia masuk ke dalam otak, Sawar darah otak tersusun dari berbagai mikroglia, dan hanya terdapat di otak, karena sawar Darah Otak juga menahan nutrisi agar tidak masuk
                Nutrisi masuk ke otak menggunakan suatu mekanisme transportasi aktif , yaitu sebuah mekanisme yang melibatkan protein dan memanfaatkan energi.
                Dua kategori molekul yang dapat masuk ke Sawar Darah Otak :
·         Molekul kecil tidak bermuatan : oksigen dan karbon dioksida
·     Molekul yang terlarut dalam lemak membran : vitamin A dan vitamin D , dan obat-obatan seperti heroin, mariyuana, dan obat antidepresi.  

I IMPULS SYARAF
                Adalah sebuah perubahan elektrokimiawi di dalam dan di luar selaput plasma.

   PENGHANTARAN IMPULS MELALUI SERABUT AKSON
   Penghantaran impuls, baik berupa rangsangan ataupun tanggapan melalui serabut akson, terjadi karena adanya perbedaan potensial listrik antara bagian luar dan bagian dalam sel.
  Keadaan saraf yang tidak diganggu oleh ransangan dari dalam maupun luar, maka akan mempertahankan Polarisasi , yaitu keadaan dimana adanya perbedaan muatan antara ekstrasel dan intrasel , ekstrasel bermuatan positif (lebih banyak muatan ion natrium) dan intrasel (lebih banyak muatan ion kalium) bermuatan negatif. Keadaan ini disebut dengan masa relaksasi, dan terjadilah Potensial Jeda. 
  

   Ketika syaraf terganggu oleh adanya ransangan, maka terjadilah pembalikan potensial listrik, ion natrium akan segera berpindah ke bagian dalam sel, dan menyebabkan bagian dalam sel lebih banyak muatan positif  dan bagian luar sel lebih negatif, hal ini disebut dengan Depolarisasi, pada saat inilah terjadi Potensial Aksi. Jika stimulus cukup kuat, potensial aksi akan dialirkan secara cepat ke sepanjang membran serabut akson.

   Potensi Aksi didasarkan kepada :
·         Kekuatan Fusi  : substansi yang sama tapi konsentrasi yang berbeda. Syaraf yang rileks lebih gampang menerima stimulus
·         Kekuatan elektrostatik : ion yang berbeda akan saling menarik, yang sama akan saling menolak.
   Bila impuls telah lewat, maka untuk sementara serabut saraf tidak dilalui oleh impuls yang lain. Ini berarti bahwa serabut saraf mengalami perubahan potensial, kembali seperti semula (potensial istirahat) , dan ini disebut dengan repolarisasi , keadaan akan sama seperti polarisasi. 

   PENGHANTARAN IMPULS MELALUI SINAPSIS
   Bila impuls telah lewat, maka untuk sementara serabut saraf tidak dilalui oleh impuls yang lain. Ini berarti bahwa serabut saraf mengalami perubahan potensial, kembali seperti semula (potensial istirahat). Setiap terminal akson membengkak membentuk tonjolan sinapsis. Di dalam sitoplasma tonjolan sinapsis terdapat struktur kumpulan membran kecil berisi neurotransmitter; yang disebut vesikula sinapsis. Bila impuls sampai pada ujung neuron, maka vesikula bergerak dan melebur dengan membran pra-sinapsis. Kemudian vesikula akan melepaskan neurotransmitter berupa asetilkolin. Neurotransmiter jenis asetilkolin yang dilepaskan oleh n pra-sinapsis akan berdifusi melewati celah sinapsis dan menempel pada reseptor yang terdapat pada membran post-sinapsis.
   Menempelnya asetilkolin pada reseptor menyebabkan timbulnya impuls pada neuron post-sinapsis.
  Bila neurotransmiter jenis asetilkolin sudah melaksanakan tugasnya maka neurotransmiter akan diurai oleh enzim yang dihasilkan oleh membran post-sinapsis.



   Jenis-jenis Neurotransmitter :
  1. Asetilkolin yang terdapat di seluruh tubuh, kecuali otak. 
  2. Dopamin yang terdapat di otak, dibentuk oleh Asam Amino, dan asetil KoA
  Dopamin berperan dalam mengendalikan fungsi gerakan, konsentrasi, dan proses kecanduan.
  Kerusakan pada neuron dopaminergik menyebabkan:
1.       Parkinson  (akibat kekurangan dopamin)
2.       Skizofrenia (akibat kelebihan dopamin)
  1. Seretonin yang terdapat di otak, dibentuk oleh trypthopan
  Seretonin dapat merangsang orang yang sedang tidur menjadi bermimpi.


**Bunga*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar