Kamis, 10 Mei 2012

Stres

Oke, post kali ini, saya meninggalkan sejenak PsikologiFaal saya :D
Kali ini saya akan membahas sesuatu yang dinamakan 'STRES'
Semua orang pasti paham apa yang saya maksud dengan stress dan mungkin aja banyak diantara kita yang membaca ini pasti pernah stress. Kali ini, saya akan bahas Stres dari sudut pandang psikologi .
Check it out! :))))

Stress adalah keadaan dimana individu dihadapkan dengan peristiwa yang mengancam kesehatan fisik dan psikisnya .
Peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan stres disebut dengan Stresor .
Reaksi/respon yang diberikan terhadap peristiwa tersebut adalah Respon Stres.


Apa sih sebenarnya ciri atau karakter dari stres?
* Peristiwa traumatis, misalnya bencana alam, bencana buatan manusia, penyerangan fisik, kecelakaan.
* Tidak dapat dikendalikan, misalnya kematian orang yang dicintai, dipecat, penolakan dari orang yang disayangi dan dari orang lain
* Tidak dapat diperkirakan , misalnya seseorang yang tiba-tiba divonis menderita penyakit kanker akut, para petugas UGD yang tiap hari dituntut untuk bekerja cepat .
   catatan : pada peristiwa yang dapat diperkirakan tapi tidak dapat dikendalikan dapat mengantisitpasi kadar stres yang melonjak naik. Misalnya, pemberitahuan akan adanya pengurangan kuota karyawan karena ada krisis moneter merupakan sesuatu yang dapat diperkirakan, namun tetap tidak dapat dikendalikan. Hal ini menyebabkan stres, namun dapat dikendalikan.
* Menguji kebatasan kemampuan manusia , misalnya siswa yang akan menghadapi UN, dan individu yang akan dan dalam pernikahan.
* Konflik internal : adalah konflik yang tidak terpecahkan , yang disadari maupun tidak, misalnya kebingungan untuk mandiri atau ketergantungan, kerjasama atau bersaing, keintiman atau isolasi.

Nah, ketika menghadapi stress, respon atau reaksi yang diberikan oleh tiap orang jelas berbeda-beda. Macam-macam RESPON STRES :
^ Kecemasan = adalah emosi yang tidak menyenangkan yang dialami individu dengan tingkat yang berbeda-beda . Kecemasan adalah reaksi paling awal dan paling umum yang terjadi ketika stres.
^ Kemarahan dan Agresi = terjadi ketika stres meningkat menjadi frustasi, dimana individu berusaha mencapai tujuan tetapi dihambat atau terhambat.
Bentuk-bentuk Agresi : -Verbal , misalnya teriak dan memaki
                                    -Fisik , misalnya memukul atau melukai orang lain
^Apatis dan Depresi = menarik diri, tidak melakukan apa-apa. Keadaan yang apatis dan berlangsung terus menerus akan menyebabkan seseorang depresi.
^Gangguan Kognitif : sulit untuk berkonsentrasi dan mengorganisasikan pikiran secara logis. Hal ini disebabkan ketika seseorang stress, pikiran negatiflah yang lebih sering diproduksi individu.

Ketika stress, alat-alat tubuh (fisiologis) juga akan bereaksi. Reaksi fisiologis terhadap stress adalah :
-- Respon fight atau flight , pada waktu ini tubuh akan melakukan alarm/peringatan terhadap stres, misalnya debar jantung yang semakin cepat, tangan yang berkeringat, atau merasa kelelahan
-- Gangguan psikosomatis , adalah ketika psikis kita diserang oleh stres, maka tubuh akan merasakan dampaknya, misalnya ketika stres ada beberapa orang yang mengalami kenaikan asam lambung sehingga maag.
-- Sistem kekebalan tubuh menurun, menjadi gampang terserang penyakit.

Beberapa Teori Psikologi tentang Stres.

Teori Psikoanalisa ---> stress disebabkan karena adanya peristiwa-peristiwa pada masa lalu yang ditekan di alam bawah sadar, dan adanya ketidakseimbangan antara id,ego,dan superego.
Teori Behavioristik ---> stress disebabkan karena ada tidaknya persiapan menghadapi peristiwa-peristiwa pemicu stres, atau sebaliknya, terlalu sering berada pada keadaan yang memiliki tingkat pemicu stres yang tinggi dapat meningkatkan ketahanan seseorang terhadap stres, misal seperti petugas UGD. Pekerjaan tiap hari yang harus serba cepat dan dibawah tekanan membuat ketahanannya petugas UGD terhadap stres lebih baik daripada yang lain.
Teori Kepribadian ---> stres bisa dipengaruhi oleh kepribadian, karena kepribadian dapat menentukan respon kita terhadap stres. Misalnya, mereka yang cenderung melankolis akan menangis, berdiam diri, dan merenung sebagai responnya terhadap stres.

Ketika menghadapi stres, seringnya disebabkan ketika kita merasa tidak mampu untuk memecahkan masalah kita. Dalam memecahkan masalah, individu cenderung melakukan dua strategi pemecahan masalah.
Strategi Pemecahan Masalah tersebut adalah :
~ Problem Focused Coping (strategi terfokus masalah) , yaitu individu berusaha mengatasi masalah dengan mengatasi apa yang menjadi sumber masalahnya.
~ Emotion  Focused Coping (emosi terfokus masalah) , yaitu individu berusaha mengatasi emosi yang timbul, mencoba mencegah emosi yang bersifat negatif.
Jenisnya : Strategi Perilaku = dengan menonton film, bernyanyi, makan, jalan-jalan
               Strategi Kognisi = tidak memikirkan masalah yang terjadi , positife thinking
               Strategi perenungan, pengalihan, dan penghindaran hal-hal negatif

Dalam melakukan pertahanan diri (self-defense) menghadapi stres, seseorang bisa melakukan hal-hal berikut ini :
  • Represi , seseorang menyingkirkan stresnya dengan menekan semua masalahnya dalam alam bawah sadar. Penderita represi dapat mengalami kegelisahan dalam tidur dan mimpi, dapat pingsan untuk beberapa waktu, dan dapat mengalami amnesia karena penekanan ini. 
  • Rasionalisasi, seseorang mencari alasan dan pembenaran untuk menyembunyikan kesalahan atau rintangan untuk mengangkat harga dirinya di lingkungan sosial. Rasionalisasi juga muncul ketika individu menipu dirinya sendiri dengan mengatakan yang baik adalah buruk dan yang buruk adalah baik. 
  • Proyeksi , seseorang yang melemparkan atau memproyeksikan kekurangan pada dirinya atau yang tidak disukai orang dari dirinya kepada orang lain dan cenderung membesar- besarkan. 
  • Penyangkalan , seseorang yang menghadapi masalah cenderung untuk menyangkalnya daripada menghadapinya, dengan maksud untuk melindungi dirinya sendiri. hal ini juga dapat dikatakan dengan menipu diri sendiri . 
  • Pembentukan Reaksi, seseorang yang melakukan pembentukan reaksi adalah mereka yang menyembunyikan perasaan dan motif sesungguhnya dengan melakukan perbuatan yang bertentangan.
  • Intelektualisasi , seseorang yang berpikir secara analitik dan intelektual ketika terjadi suatu permasalahan pada dirinya, mempelajari masalah tersebut dan membuat jarak emosional dengan permasalahan. 
  • Pemindahan (displacement),seseorang berusaha menghilangkan kekecewaan dan kesusahan dengan cara memindahkan ke objek lain, misalnya benda-benda
Sekarang, setelah tau apa itu stres, apa pemicunya, apa karakteristiknya, bagaimana cara menghadapinya, dan bagimana bentuk pertahanan diri dari stres,  yang akan dibahas adalah teknik-teknik penanganan stres dari kacamata psikologi .


  1. Teknik perilaku , stres diatasi dengan melakukan kegiatan relaksasi , melakukan aerobik dan olahraga yang teratur.
  2. Teknik Kognitif, stres diatasi dengan mengubah pola pikir dan cara pandang terhadap suata masalah sehingga dapat mengurangi pemicu stres.
  3. Teknik Psikoanalisa , stres diatasi dengan cara menceritakan semua hal yang dirasakan , dengan cara penafsiran mimpi, dan dengan cara hipnotis. 
Nah, sudah tau kan sedikit mengenai stres dalam perspektif psikologi ? Pasti udah paham deh sekarang dirinya kalau stres pasti kaya apa dan udah mulai ngerti untuk mengatasi stres dengan cara apa aja ... 
Hehehehe :D 

*Bunga*

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar