Selasa, 19 Juni 2012

Psikodiagnostika 1


Oke, pada post kali ini, aku akan meringkas tentang Psikodiagnostik.

Nah, apa itu Psikodiagnostik?? 
Secara etimologis, Psikodiagnostika berasal dari kata : Psiko dan Diagnosa.
                Psiko : jiwa
                Diagnosa : menetapkan keadaan penyakit (yang diambil dari istilah kedokteran)

Jadi, secara etimologis, dapat dikatakan bahwa Psikodiagnostika itu adalah ilmu yang menetapkan keadaan atau penyakit dari jiwa.

Dalam artian yang sempit, Psikodiagnostika memiliki arti sebagai metode-metode untuk melakukan pemeriksaan psikologis .
Dalam artian yang luas, Psikodiagnostika memiliki arti sebagai studi ilmiah yang mempelajari metode-metode untuk melakukan diagnosa psikologis, dengan tujuan supaya dapat memperlakukan manusia dengan lebih tepat.
                                  Jasmani (raga) = organ-organ fisik, PROBLEM:  NORMAL/TIDAK NORMAL
Manusia
                                  Rohani (jiwa) = fungsi-fungsi psikologis (afeksi, kognisi, konasi, dan psikomotorik)
                                                                PROBLEM : Supernormal, Normal, dan Subnormal (gila)

Untuk mengetahui kualitas tingkah laku manusia , yang termasuk bagian dari rohani, maka perlu dilakukan pemeriksaan psikologis secara cermat, objektif, dan teliti . Hal inilah yang disebut dengan Psikodiagnostika J

Dalam melakukan psikodiagnostika, seorang psikolog ataupun ilmuwan psikologi sebenarnya bertujuan untuk memperoleh gambaran atau pemahaman mengenai diri subjek, terlebih pada struktur dan dinamika kepribadiannya, sehingga hasil yang didapat dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan dalam memperlakukan subjek dengan lebih tepat.

Tujuan dari Psikodiagnostik :
·         Klasifikasi , untuk mengatasi problem atau masalah yang menyangkut psikologi
·         Deskripsi , untuk menggambarkan diri subjek secara keseluruhan dan lebih mendalam
·         Interpretasi , untuk menjelaskan dan memahami perilaku subjek dan mempertimbangkan perlakuan-perlakuan yang diberikan kepada subjek
·         Prediksi , untuk meramalkan perkembangan subjek selanjutnya


Fungsi dari Psikodiagnostik :
·         Individual Diffrences , yaitu memahami bahwa setiap individu itu berbeda, sehingga kita perlu memahami tiap individu dengan lebih baik
·         Penjabaran dan pemanfaatan tes psikologi
·         Penyeleksian kualitas tingkah laku dan kepribadian
·         Pengembangan kepribadian klien selanjutnya

SEJARAH PENGGUNAAN PSIKODIAGNOSTIKA
Istilah Psikodiagnostika, pertama kali digunakan oleh Hermann Rorschach pada tahun 1921, namun sesungguhnya psikodiagostika sendiri bahkan telah ada dan dilakukan sejak tahun 2200 SM. Meskipun pada saat itu belum ada istilah psikodiagnostika, tapi orang-orang pada tahun 2200 SM di Cina, telah melakukan kegiatan psikodiagnostik.
2200 SM di Cina, proses diagnostik sebenarnya telah dilakukan pada seleksi penerimaan pegawai sipil (dengan melakukan tes tertulis dan wawancara) , dan pada seleksi militer (dengan melakukan tes fisik) .
Pada zaman Dinasti Hana sekitar 200 SM – 200 M, mereka juga melakukan seleksi pada jenjang penerimaan lain, seperti seleksi bagi para penari kerajaan, seleksi bagi pegawai perpajakan, dan seleksi bagi pegawai pertanian. Pada zaman Dinasti Han, seleksi sudah mulai lebih ketat dan mengikuti seleksi-seleksi seperti yang ada di Inggris dan Prancis.

Pada abad ke-16 , psikodiagnostik juga dilakukan oleh Huarts , seorang dokter berkebangsaan Spanyol, yang melakukan pemilahan terhadap anak-anak yang dianggap berbakat dengan maksud untuk membaca kepribadian mereka. Gall (1758-1822) , juga melakukan suatu psikodiagnostik dengan mengukur tengkorak kepala dengan maksud untuk mengkur tingkat kepandaian seseorang .

Pada abad ke-17 , mulai berkembangnya upaya-upaya dalam melakukan tes prestasi, dengan menggunakan ujian oral ataupun verbal .

Pada abad ke-19 , mulai berkembangnya psikodiagnotika modern , yaitu , munculnya Francis Galton (seorang pakar Biologi Inggris) , yang memberi pengaruh besar terhadap pembuatan tes-tes inteligensi. Menurut Galton, tes-tes inteligensi bukan merupakan practical problem, tetapi harus fokus pada karakteristik manusia (mental capacity) yang diukur dengan menggunakan konsep waktu dan usia.
James McKeen Cattel , berperan sebagai pencetus pertama tes mental , yang berpandangan bahwa semakin baik fungsu fisiologis atau fungsi inderawi seseorang semakin baik pula intelektualnya.
Kemudian,muncullah Kreaplin (1895) , yang mengukur aspek mental dengan lebih kompleks. Dia menciptakan Tes Kreaplin yang bertujuan untuk melihat ketelitian, ketahanan, dan kestabilan kerja individu.

Kemudian muncullah Binet dan Henry , yang mengkritik semua alat-alat tes tersebut yang telah ada karena menurutnya semua alat tes itu masih terlalu sensoris dan terkosentrasi hanya pada kemampuan khusus. Pada tahun 1904 , Binet-Henry membuat alat tes untuk mengukur ingatan, ketajaman bayangan, imajinasi, dan lain-lain. Kemudian pada tahun 1905 , terbitlah skala Binet yang terdiri dari 30 masalah, namun belum ditentukannya metode yang akurat untuk mengukur skor total.
Pada tahun 1908 , dilakukan revisi terhadap alat tes ini , dan mengelompokkan tes dalam tingkatan umur yang berbeda.
Pada tahun 1911, dilakukan revisi lagi , dan akhirnya pada tahun 1916 , dilakukan revisi lagi oleh Levis Madison Terman , dan akhirnya berganti nama menjadi tes Stanford-Binet . Tes Stanford-Binet ini adalah tes individual .

Kemudian, terjadi masalah pada Perang Dunia I (1917) , karena perang, dibutuhkan tes inteligensi bagi para calon tentara dalam jumlah yang besar. Dibutuhkan tes yang dapat dilakukan secara beramai-ramai , bukan hanya individual. Maka dari itu dikembangkanlah tes clasiccal , yaitu tes yang dapat dilakukan sekaligus oleh banyak orang.
Tes yang dikembangkan pertama adalah Tes Army Alpha , namun karena pada saat itu banyak calon tentara yang masih buta aksara , dikembangkanlah Tes Army Beta.

Hingga kemudian berkembanglah bermacam-macam alat tes, kemudian Spearman dan Pearson berhasil menemukan perhitungan korelasi statistik, dan pada perkembangan selanjutnya dibuatlah suatu standar internasional di Amerika yang berjudul “Standards for Psychological and Educational Test” yang digunakan hingga sekarang. 

Oke, segini dulu untuk Psikodiagnostik 1 :)) 

ntar aku sambung lagi psikodiagnostik 2 dst :D


Best Regrads , 
Bungaa :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar